Page 357 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 357

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                      Hasil  pengamatan  sampel  RPA  X  menunjukkan  kondisi  saluran  sembelih  terputus,
               bahkan  hingga  spinal  (tulang  leher).  Pemotongan  saluran  sembelih  RPA  Y  tidak  terputus
               semua. Hal ini mengindikasi teknik penyembelihan tidak sesuai. Kondisi karkas sampel RPA
               X  dan  Y  relatif  tidak  memenuhi  standar  mutu  fisik  ayam  yaitu  adanya  memar,  kulit
               terkelupas,  bercak  merah,  sisa  kotoran  dan  darah  serta  bulu  halus  pada  karkas.  Hasil
               sembelihan  dan  karkas  sampel  RPA  Z  relatif  baik.    Adanya  ketidaksempurnaan  proses
               penyembelihan, maka produk harus diperlakukan sebagai produk non halal (Anonim, 2012).
               Namun  seluruh  hasil  sembelihan  di  RPA  X  dan  Y  dianggap  sebagai  produk  halal.  Hasil
               identifikasi ciri kematian sempurna di RPA Z lebih baik dibandingkan RPA X dan Y.
                      Syarat  penyembelih  untuk  menghasilkan  daging  halal  diantaranya  orang  Islam,
               dewasa, berakal dan mengetahui tata cara penyembelihan halal (Anonim, 2012). RPA X, Y, Z
               telah  memenuhi  ketentuan  berupa  petugas  penyembelih  yang  beragama  Islam  dan  dewasa.
               Penyembelihan  harus  dilakukan  menggunakan  pisau  tajam  dengan  satu  kali  sayat  untuk
               mempercepat  penyembelihan  sehingga  meminimalisir  rasa  sakit  pada  ternak  (Apriyantono,
               2003). RPA X, Y, Z memenuhi syarat alat penyembelihan dengan menggunakan pisau tajam
               yang diasah setiap hari.
                      Penuntasan  darah  yang  kurang  sempurna  menyebabkan  karkas  berwarna  merah  di
               bagian leher, bahu, sayap dan pori-pori kulit, warna daging unggas tidak cerah segar, namun
               gelap kehitaman atau kemerahan yang memudahkan pencemaran bakteri. Penuntasan darah
               RPA X dan Y dengan memasukkan ayam sembelihan ke tong secara menumpuk yang tidak
               menjamin keluarnya darah secara tuntas. Penuntasan darah di RPA Z dengan menggantung
               pada sackle selama 3 menit  sehingga darah keluar optimal.
                      Perendaman air panas dilakukan setelah ayam dipastikan telah mati (Anonim, 2012).
               Perendaman  air  panas  RPA  X  dan  Y  pada  panci  rebus  setelah  penumpukan  ayam  di  tong
               selama  ±  2  menit  dengan  dugaan  ayam  telah  mati.  RPA  Z  menggunakan  mesin  scalder
                          o
               bersuhu 60 C setelah dipastikan ayam mati. Pencabutan bulu di RPA Y secara manual oleh
               pekerja. RPA X dan Y menggunakan mesin plucker yang menghasilkan karkas cukup bersih
               dari bulu.
                      Pencucian  karkas  di  RPA  X  dan  Y  dengan  pencelupan  pada  bak  berisi  air  untuk
               menghilangkan darah maupun kotoran pada karkas. Hasil pembersihan masih menampakkan
               bekas  darah  dan  kotoran.  RPA  Z  menerapkan  2  kali  pencucian  di  washer  tank.  Pencucian
               pertama  untuk  membersihkan  sisa  darah.  Pencucian  kedua  dengan  penambahan  klorin  dan
               batu es untuk mengurangi mikroorganisme dan  menurunkan suhu ayam. Tidak ada standar
               parting di  RPA X  dan  Y,  namun  sesuai  permintaan konsumen. Standar  parting  di  RPA Z
               yaitu menjadi 9 part/ekor ayam.
                      Menurut  Apriyantono  (2003)  karkas  perlu  dikemas  dalam  kemasan  yang  tidak
               mengakibatkan kerusakan karkas dan dapat mencegah kontaminasi selama penyimpanan dan
               pengangkutan. Pengemasan RPA X dan Y menggunakan plastik kresek. RPA Z menggunakan
               mesin sealer dengan plastik low density polyethilene. Menurut Prastowo (2014) penyimpanan
               karkas berupa penyimpanan segar, dingin, dan beku. Penyimpanan RPA X untuk persediaan
               pengiriman  ke  konsumen  dalam  bentuk  karkas  dingin  menggunakan  freezer.  RPA  Z
               menggunakan ruang blast freezer untuk penyimpanan jangka lama.
                      Pengiriman karkas menggunakan kendaraan tertutup dan memiliki fasilitas pendingin
               udara (refrigerator truck) untuk menghindari pencemaran dan menjaga kesegaran. Bak mobil
               dan boks pengangkut karkas harus bersih (Rasyaf, 2002).   Pengiriman di RPA X dilakukan
               jika ada pesanan konsumen cukup banyak menggunakan kendaraan motor. RPA Z melakukan
               pengiriman  setiap  2  hari  sekali  menggunakan  refrigerator  truck.  Aplikasi  sanitasi  hanya
               dilakukan RPA Z sesuai SOP sanitasi pekerja dan fasilitas.
                      Beberapa  aspek  teknis  operasional  di  RPA  X  dan  Y  menunjukkan  ketidaksesuaian
               dengan persyaratan keamanan dan kehalalan pangan. RPA Z memenuhi sebagian besar aspek





                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    346
   352   353   354   355   356   357   358   359   360   361   362