Page 354 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 354

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               Identifikasi Kelayakan Teknis dan Keamanan Pangan di Peternakan
                     Pengaturan jaminan keamanan dan kehalalan pangan harus memenuhi dua persyaratan
               utama yaitu aspek manajemen berupa dokumen usaha dan jaminan mutu produk serta aspek
               teknis (Farida, 2012). Berikut penerapan kedua aspek di X-PS.

               Aspek manajemen
                     Pimpinan  X-PS  memahami  urgensi  kelayakan  teknis  usaha  dan  jaminan  keamanan
               pangan yang perlu diaplikasikan pada usaha pangan asal hewan. Pimpinan X-PS berkomitmen
               menghasilkan  ayam  potong  berkualitas.  Hal  ini  didukung  dengan  manajemen  produksi,
               penyediaan  pakan  dan  obat  ternak  yang  sesuai  standar  serta  pengawasan  kesehatan  ternak
               secara  ketat.  Dibuat  pula  standar  performance  ayam  broiler  yang  telah  disosialisasikan  ke
               seluruh  peternak  plasma.  Peternakan  A,  B,  C,  D  mengikuti  arahan  pihak  inti  dalam
               pelaksanaan  manajemen  peternakan,  diantaranya  pedoman  pemberian  pakan  dan  obat,
               pengisian  lembar  Riwayat  Hidup  Kandang  (RHK),  serta  Laporan  Stock  Ayam  Mingguan
               (LSAM).

               Aspek teknis
                     Aspek teknis jaminan keamanan produk unggas dapat ditinjau dari segi  bahan (DOC,
               pakan, vaksin dan obat  ternak), air, penerapan desnfeksi, sanitasi  dan higienitas, kesehatan
               ayam dan penanganan unggas/hewan liar (Rasyaf, 2012).
                      Pertimbangan  utama  X-PS  dalam  pengadaan  bahan  (DOC,  pakan,  vaksin)  adalah
               kualitas.  Standar  kualitas  untuk  DOC  yaitu  berasal  dari  perusahaan  penetas  tersertifikasi
               nasional dengan ketentuan DOC grade 1 atau 2 dengan kriteria bobot 34-40 gram. Perusahaan
               pemasok DOC X-PS telah memenuhi ISO dan standar Nasional. Persyaratan mutu DOC ayam
               pedaging meliputi berat, kondisi fisik, dan jaminan kematian maksimal 2%. DOC X-PS telah
               sesuai standar ciri fisik yaitu berasal dari pembibitan ayam pedaging sesuai SNI bibit niaga
               (final stock).   Kualitas pakan unggas menjadi pertimbangan X-PS dalam pengadaan pakan.
               Jenis pakan di peternakan X-PS ada 2, yaitu pakan starter dan finisher. Standar pakan sesuai
               dengan Standar Nasional Indonesia. Pakan finisher diproduksi oleh
                      Pakan  X-PS  berupa  pakan  starter  produksi  pabrikasi  dan  pakan  finisher  produksi
               internal  X-PS  menggunakan  bahan  nabati.  Pemberian  pakan   di  peternakan  A,  B,  C,  D
               disesuaikan  kebutuhan  nutrisi  dan  umur  ayam  yang  terjadwal  dalam  Lembar  Pedoman
               Pemberian Pakan. Pakan yang diolah sendiri telah diuji oleh petugas pengawas mutu pakan
               dan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ayam.
                      Peternakan A, B, C, D menggunakan air tanah sebagai sumber air untuk minum ternak
               dan pencucian peralatan. Air tanah yang digunakan tidak memiliki hasil uji klinis serta tidak
               diberi  perlakukan  khusus.  Penilaian  kesesuaian  air  di  peternakan  berdasarkan  tampilan
               fisik/visual. Persyaratan air di peternakan  yaitu tersedia cukup air bersih sesuai baku mutu
               (Farida, 2012). Aspek baku mutu air di X-PS belum terjamin.
                      Kesehatan ayam menjadi aspek penting perhatian X-PS karena berpengaruh terhadap
               produktivitas  ayam.  Kaidah  kesehatan  hewan  dalam  budi  daya  ayam  pedaging  mencakup
               kondisi  penyakit,  tindakan  pengamanan  penyakit,  dan  pelaksanaan  biosekuriti.  Ayam
               pedaging  yang  akan  dibudidayakan  harus  bebas  dari  penyakit  berbahaya.  Tindakan
               pengamanan  penyakit  diantaranya  membatasi  mobilitas  barang,  desinfeksi,  penerapan
               sanitasi, dan pemusnahan bangkai ayam (Rasyaf, 2002). Situasi penyakit di peternakan A, B,
               C,  D  terjadi  secara  acak  dan  tidak  menentu  tergantung  kondisi  lingkungan  dan  perlakuan
               pemeliharaan. Tindakan pengamanan penyakit di X-PS dengan pencegahan berupa pemberian
               vaksin  secara  berkala  dan  pengkondisian  lingkungan  ternak  bebas  penyakit.  Pengobatan
               dengan pemberian obat sesuai jenis penyakit dan mendatangkan petugas kesehatan.






                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    343
   349   350   351   352   353   354   355   356   357   358   359