Page 359 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 359

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               Tabel 6  Pemenuhan Elemen SJH di RPA
                                                                  Pemenuhan elemen
                                    Proses                               SJH
                                                                   X       Y       Z
                Kebijakan halal                                 -        -      -
                Tim manajemen halal                             -        -
                Pelatihan dan edukasi                           -        -
                Hewan yang disembelih
                Fasilitas                                       -        -
                Prosedur tertulis aktivitas kritis              -        -      -
                Kemampuan telusur                               -        -
                Material                                        -        -
                Penanganan produk yang tidak memenuhi kriteria   -       -
                Audit internal                                  -        -      -
                Kaji ulang manajemen                            -        -      -
               Keterangan:
                 : sesuai standar teknis penyembelihan

                      Menurut  Apriyantono  (2003)  kebijakan  halal  menjadi  dasar  penyusunan  dan
               implementasi jaminan halal. RPA X, Y, Z tidak menetapkan kebijakan halal secara tertulis.
               RPA  Z  sebagai  pemegang  sertifikat  Halal  LPPOM  MUI  Jawa  Timur  berkomitmen
               melaksanakan  produksi  halal  secara  konsisten  sesuai  pedoman  MUI.  RPA  X  dan  Y  tidak
               memiliki tim manajemen halal. Tim manajemen halal RPA Z meliputi petugas penyembelih
               dan pemingsanan serta koordinator halal yang dirangkap Manager Quality Assurance sebagai
               pelaksana dan penjamin berproduksi halal.
                      Pelatihan  dan  edukasi  dapat  berupa  pelatihan  internal  dan  eksternal  yang  bertujuan
               meningkakan  pengetahuan,  keterampilan  dan  perilaku  personil  yang  terlibat  aktivitas  kritis
               halal (Anonim, 2012). Tidak ada pelatihan dan edukasi berproduksi halal di RPA X dan Y.
               pelatihan di RPA Z dilaksanakan secara internal oleh pimpinan umum.
                      Hewan  yang  disembelih  adalah  hewan  yang  halal  dimakan  atau  tidak  diharamkan
               dalam  syariat  Islam  (Anonim,  2012).  RPA  X,  Y,  Z  memiliki  kriteria  ayam  hidup  untuk
               produksi yang memenuhi syarat hewan halal. Fasilitas produksi sesuai SJH adalah fasilitas
               yang dikhususkan untuk produksi daging hewan halal (tidak bercampur hewan tidak halal)
               (Anonim, 2012). Fasilitas produksi RPA X dan Y relatif tradisional. Fasilitas RPA Z semi
               otomatis dan tidak memproduksi jenis hewan non halal.
                      Prosedur  tertulis  aktivitas  kritis  merupakan  seperangkat  tata  cara  kerja  untuk
               mengendalikan  aktivitas  kritis,  mencakup  proses  pra  penyembelihan,  pemingsanan,
               penyembelihan, dan penyimpanan (Anonim, 2012). RPA X dan Y tidak memiliki instruksi
               kerja, termasuk prosedur tertulis aktivitas kritis. Pelaksanaan pemotongan ayam berdasarkan
               keterampilan pekerja. Prosedur tertulis aktivitas kritis RPA Z menjamin keamanan dan mutu
               produk.
                     Kemampuan telusur merupakan prosedur yang menjamin produk berasal dari hewan
               atau bahan halal dan disembelih sesuai persyaratan halal (Anonim, 2012). Tidak ditetapkan
               standar  penelusuran  RPA  X  dan  Y.  RPA  Z  memiliki  SOP  penelusuran  bahan  berdasarkan
               mutu.  Produk  yang  tidak  memenuhi  kriteria  diantaranya  ayam  sakit  atau  mati  (bangkai).
               Penanganan ayam sakit di RPA X dan Y segera disembelih kemudian diberikan pihak lain.
               Penanganan ayam sakit atau mati di RPA Z dengan cara dikubur.
                      Audit  internal  dilakukan  oleh auditor halal internal  yang kompeten dan  independen
               untuk  menilai  kesesuaian  penerapan  SJH  di  perusahaan.  Perusahaan  harus  mempunyai
               prosedur tertulis audit internal pelaksanaan SJH yang dilakukan terjadwal (Anonim, 2012).
               Audit  internal  tidak  dilakukan  oleh  RPA  X  dan  Y.  Hal  ini  terkait  tidak  dibentuknya  tim




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    348
   354   355   356   357   358   359   360   361   362   363   364