Page 372 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 372

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               Tabel 6.12 Model Perilaku Produksi Tebu (QTB)
                                              Koefisien
                Variabel                                     T       Prob-T     Ket,
                                              Parameter
                Intercept                     - 5,41677      -0,18   0,8617     ts
                LHTB                          5007,603       1,65    0,1119     **
                TKTB                          - 16,7176      -0,85   0,4044     ts
                UREATB                        - 7,71855      -2,83   0,0092     *
                ZATB                          5,154984       3,10    0,0049     *
                BNHTB                         0,220178       0,47    0,6461     ts
                                       2
                Koefisien Determinasi (R )    0,99903        ts  : tidak signifikan
                F value                       4931,78        *   : tingkat kesalahan 0,05
                Prob-F                        <,0001         ** : tingkat kesalahan 0,15
                   Sumber: Hasil Analisis, 2012

                      Variabel luas lahan usahatani tebu berpengaruh secara nyata terhadap produksi tebu.
               Koefisien parameter dari variabel luas lahan usahatani tebu menunjukan nilai positif 5007,603
               yang  berarti  bahwa  setiap  kenaikan  1  satuan  luas  lahan  usahatani  tebu  maka  akan
               meningkatkan produksi tebu sebesar 5007,603 satuan. Jadi bisa dikatakan bahwa luas lahan
               usahatani  tebu  mempunyai  pengaruh  yang  positif  terhadap  produksi  tebu,  sehingga  hal  ini
               sesuai dengan hipotesis awal yang dibentuk. Variabel penggunaan pupuk urea usahatani tebu
               berpengaruh secara nyata terhadap produksi tebu. Koefisien parameter variabel penggunaan
               pupuk  urea  usahatani  tebu  menunjukan  nilai  negatif  sebesar  7,71855  yang  berarti  bahwa
               setiap  kenaikan  1  satuan  penggunaan  pupuk  urea  usahatani  tebu  justru  akan  menurunkan
               produksi  tebu  sebesar  7,71855  satuan.  Sehingga  bisa  dikatakan  bahwa  penggunaan  pupuk
               urea  usahatani  tebu  mempunyai  pengaruh  negatif  terhadap  produksi  tebu,  dimana  jika
               penggunaan  pupuk  urea  dilakukan  secara  terus  menerus  justru  nantinya  akan  mengurangi
               produksinya.
                     Variabel  penggunaan  pupuk  za  usahatani  tebu  berpengaruh  secara  nyata  terhadap
               produksi  tebu.  Koefisien  parameter  variabel  penggunaan  pupuk  urea  usahatani  tebu
               menunjukkan  nilai  positif  sebesar  5,154984  yang  berarti  bahwa  setiap  kenaikan  1  satuan
               penggunaan  pupuk  za  usahatani  tebu  akan  meningkatkan  produksi  tebu  sebesar  5,154984
               satuan.  Sehingga  bisa  dikatakan  bahwa  penggunaan  pupuk  za  usahatani  tebu  mempunyai
               pengaruh  positif  terhadap  produksi  usahatani  tebu.  Hal  ini  berbanding  terbalik  dengan
               penggunaan pupuk urea untuk usahatani tebu mengingat bahwa komoditas tebu membutuhkan
               kandungan za dalam tanah yang cukup banyak, sehingga peningkatan penggunaan pupuk za
               akan berbanding lurus dengan peningkatan produksinya.


               5.  Kesimpulan dan Saran
               Kesimpulan
                      Dari  hasil  penelitian  yang  telah  dilakukan  dapat  disimpulkan  bahwa  produksi
               usahatani  padi  (on  farm)  rumahtangga  petani  dipengaruhi  oleh  luas  lahan  usahatani  padi
               dengan  pengaruh  positif  sebesar  6685,413  satuan,  penggunaan  pupuk  za  padi  dengan
               pengaruh negatif sebesar 10,2657 satuan, sehingga bisa dikatakan bahwa penggunaan pupuk
               za  untuk  usahatani  padi  mempunyai  pengaruh  negatif  terhadap  produksi  padi,  dimana  jika
               penggunaan  pupuk  za  dilakukan  secara  terus  menerus  justru  nantinya  akan  mengurangi
               produksi padi. Benih padi dengan pengaruh positif sebesar 59,86388 satuan. Hasil penelitian
               ini  sesuai  dengan  penelitian  Maleha  (2008)  yang  menyatakan  bahwa  produksi  setara  padi
               dipengaruhi oleh luas lahan garapan, jumlah pupuk, jumlah benih dan total hari kerja untuk
               tanaman.





                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    361
   367   368   369   370   371   372   373   374   375   376   377