Page 473 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 473

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               Tabel 3. Kandungan Nutrien Ransum Perlakuan
                                Perlakuan                   T1                            T2
                 Kandungan                          S1              S2              S1            S2
                   nutrien
                           BK (kg)                14,326          15,963          15,410        17,104
                          TDN (%)                 56,010          55,773          53,602        53,572
                           PK (%)                  7.162          7.129           8,598         8,594
                           SK (%)                 41,114          42,035          24,802        24,854
                           LK (%)                  2,722          2,756           2,992         2,982

                      Alat  yang  digunakan  dalam  penelitian  yaitu  pita  ukur,  timbangan  gantung,  karung,
               trash bag, sekop, milk can, ember, seng, sprayer, literan susu, kantong plastik, botol kaca dan
               cooling  box.  Bahan  yang  digunakan  dalam  penelitian  yaitu  hijauan  berupa  rumput  gajah,
               konsentrat pabrik, urea, H2SO, aquadest dan susu sapi perah.

               Metode Penelitian
                      Penelitian dilakukan dalam empat tahap, yaitu tahap percobaan, tahap adaptasi, tahap
               perlakuan  dan  tahap  pengambilan  data.  Parameter  yang  diamati  adalah  Konsumsi  Protein,
               Kecernaan Protein dan Kadar Protein Susu.

               Rancangan Percobaan
                      Penelitian ini menggunakan analisis statistik Rancangan Acak  Lengkap  (RAL) Pola
               Faktorial  2  x  2  dengan  2  perlakuan  dan  3  ulangan.  Faktor  T  diartikan  sebagai  imbangan
               hijauan dengan konsentrat sedangkan faktor S diartikan sebagai level suplementasi urea.
               T1: Imbangan hijauan dengan konsentrat 50:50
               T2: Imbangan hijauan dengan konsentrat 30:70
               S1: Suplementasi urea 0,5%
               S2: Suplementasi urea 1,12%
                      Model linier statistik yang digunakan yaitu:
               Yijk = µ + αi + βj + (αβ)ij + Ɛijk
                      Data  yang  telah  terkumpul  kemudian  dianalisis  ragam  RAL  dengan  pola  faktorial
               kemudian dilanjutkan dengan uji F. Perlakuan yang berbeda nyata maka dilanjutkan dengan
               uji Duncan taraf 5%.

               Tabel 4. Lay Out Penelitian
                                 Imbangan H:K
               Suplementasi                                   T1                          T2
               Urea
                                                              U1                          U1
                              S1                              U2                          U2
                                                              U3                          U3
                                                              U1                          U1
                              S2                              U2                          U2
                                                              U3                          U3

               Hipotesis Statistik
               a.     H0      : (αβ)ij  = 0 (Tidak ada pengaruh interaksi antara perlakuan imbangan hijauan
                      dengan  konsentrat  dan  suplementasi  urea  terhadap  konsumsi  protein,  kecernaan
                      protein dan protein susu sapi perah).






                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    462
   468   469   470   471   472   473   474   475   476   477   478