Page 470 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 470

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

                        PENGARUH IMBANGAN HIJAUAN DENGAN KONSENTRAT DAN
                  SUPLEMENTASI UREA YANG BERBEDA PADA SAPI LAKTASI TERHADAP
                      KONSUMSI PROTEIN, KECERNAAN PROTEIN DAN PROTEIN SUSU

                                               Tri Julyan Arief Krisnawan

                               Kompl. drh. R. Soejono Koesoemowardojo, Tembalang Semarang
                                          Kode Pos 50275 Telp./Fax. (024) 7474750

                  Koresponden Penulis: email: Tri Julyan Arief Krisnawan, fp@undip.ac.id; trijulyan@gmail.com


                                                         Abstrak

               Penelitian  ini  dilakukan  untuk  mengetahui  pengaruh  imbangan  hijauan  dengan  konsentrat  dan
               suplementasi urea yang berbeda pada sapi laktasi terhadap konsumsi protein, kecernaan protein dan
               protein susu. Materi penelitian ini menggunakan 12 ekor sapi perah FH bulan laktasi 2 dan 3, bobot
               badan 437,196±28,84 kg kg dengan (CV 5,12%) dan produksi susu rata-rata 9,56±2,18 liter dengan
               (CV  19,77%).  Pakan  yang  digunakan  dalam  penelitian  berupa  rumput  gajah,  konsentrat  dan  urea.
               Rancangan percobaan yang digunakan yaitu RAL pola faktorial 2 x 2 dengan 3 ulangan. Perlakuan
               yang dicobakan adalah imbangan hijauan dengan konsentrat T1 50:50% dan T2 30:70% serta urea S1
               0,5% dan S2 1,12%. Parameter yang diuji antara lain adalah konsumsi PK, kecernaan PK dan kadar
               protein susu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi PK, kecernaan PK dan protein susu tidak
               ada interaksi antara imbangan hijauan dengan konsentrat dan suplementasi urea. Pengaruh imbangan
               hijauan  dengan  konsentrat  dan  suplementasi  urea  berbeda  pada T1S1, T1S2, T2S1  dan  T2S2  pada
               parameter konsumsi protein masing-masing 1,026; 1,139; 1,325 dan 1,471 (P > 0,05) tidak terdapat
               pengaruh  pada  setiap  perlakuan,  untuk  kecernaan  protein  berturut-turut  55,95%;  64,16  %;  78,77%;
               90,32% (P > 0,05) tidak terdapat interaksi antar perlakuan dan pada kadar protein susu masing-masing
               2,38; 2,35; 2,68; 2,65 (P > 0,05). Kesimpulan tidak ada interaksi dari Pengaruh Imbangan Hijauan
               dengan Konsentrat dan Suplementasi Urea yang Berbeda pada Sapi Laktasi pada Konsumsi Protein,
               Kecernaan Protein dan Protein Susu.

               Kata kunci: Sapi FH, Teknologi Pakan, Nutrien Hasil Pencernaan


               1.  Pendahuluan

               Latar Belakang
                       Susu  yang diperoleh dari  peternakan milik rakyat  mempunyai  kualitas  yang kurang
               memenuhi  syarat  susu  di  Indonesia,  sehingga  perlu  adanya  perbaikan  kualitas  pakan.
               Perbaikan kualitas pakan dapat memperbaiki penampilan produksi ternak. Pemberian pakan
               dengan  kualitas  yang  lebih  tinggi  akan  menghasilkan  penampilan  yang  lebih  baik  karena
               dapat  meningkatkan  konsumsi  jumlah  pakan  (Mukminah  et  al.,  2011).  Pengolahan  bahan
               pakan  yang  umum  dilakukan  pada  bahan  pakan  berserat  kasar  tinggi  yaitu  dengan
                                                                  2
               penambahan urea dengan rumus molekul CO(NH2) , urea banyak digunakan dalam ransum
               ternak  ruminansia  karena  mudah  diperoleh,  harganya  murah  dan  mudah  diabsorbsi  oleh
               ternak. Enzim urease dalam rumen dapat mengurai urea dalam pakan menjadi NH3 dan CO2,
               bersamaan  dengan  itu  terjadi  pula  proses  hidrolisis  karbohidrat  oleh  mikroorganisme  lain
               menjadi  volatile  fatty  acids  (VFA)  dan  keto  acids,  NH3  dan  keto  acids  bergabung
               menghasilkan asam amino yang dapat dihidrolisis dan diabsorbsi oleh ternak (Utomo, 1996).
                      Penggunaan konsentrat yang disusun dengan nitrogen protein yang berasal dari urea
               akan  lebih  ekonomis,  karena  harga  urea  lebih  murah  dibandingkan  dengan  sumber  protein
               lain seperti bungkil kedelai, sedangkan pertambahan bobot badan  yang dihasilkannya tidak




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    459
   465   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475