Page 467 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 467

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               Keterangan : Terdapat perbedaan yang nyata untuk kadar lemak (F hitung > F tabel) pada bakso 1
                           (sapi 0% ; babi 100%) dengan bakso 5 (sapi 100%; babi 0%).


               Kadar Air Daging Sapi dan Babi Segar serta Substitusi Daging Babi pada Bakso Sapi
                      Pengaruh substitusi daging babi pada bakso sapi dengan prosentase yang berbeda-beda
               menghasilkan bakso dengan kadar air bervariasi, walaupun perbedaannya tidak terpaut terlalu
               jauh. Menurut Soeparno (1992) kandungan kadar air daging berkisar antara 65 - 80%. Hasil
               analisa kadar air dengan metode oven tersaji pada Tabel 3.
                      Data  hassil  analisa  diatas  menunjukkan  bahwa  bakso  1  (sapi  0%  ;babi  100%)
               pemanasan 1 kadar airnya 70,23%, pemanasan 2 kadar airnya meningkat menjadi 73,68% dan
               setelah  diberi  pemanasan  ketiga  turun  lagi  menjadi  69,84%.  Secara  keseluruhan  kadar  air
               pada bakso 2 (sapi 25% ; babi 75%), bakso 4 (sapi 75% ; babi 25%) dan bakso 5 (sapi 100% ;
               babi 0%) pemanasan 1 menghasilkan kadar air yang cukup tinggi yaitu berturut-turut 71,50%,
               72,38% dan 73,32%.

               Tabel  3.   Kadar air daging sapi dan babi segar serta substitusi daging babi pada bakso sapi

                 Sampel Daging       Tanpa                      Kadar air (%)                    Rerata
                                  Pemanasan     Pemanasan 1     Pemanasan 2     Pemanasan 3
                   Sapi Segar        76,30            -               -              -             -
                   Babi Segar        76,24            -               -              -             -
                    Bakso 1            -            70,23          73,66           69,84         71,25 a
                    Bakso 2            -            71,50          73,63           73,39         72,71 a
                    Bakso 3            -            74,27          71,55           72,32         72,84 a
                    Bakso 4            -            72,38          75,27           74,26         73,97 a
                    Bakso 5            -            73,32          75,69           75,61         74,87 b
               Keterangan : Terdapat perbedaan yang nyata kadar air (F hitung > F tabel) pada bakso 1 (sapi 0% ;
                            babi 100%) dengan bakso 5 (sapi 1005 ; babi 0%).

                      Setelah diberi pemanasan ke 2 kadar air semakin meningkat menjadi 73,63%, 75,27%
               dan 75,69% tetapi saat pemanasan ketiga diberikan maka kadar air pada sampel bakso 2, 4
               dan  5  sedikit  menurun  menjack  73,39%,  74,26%  dan  75,61%.  Bakso  3  dengan  komposisi
               (sapi 50% ;babi 50%) pemanasan 1 mempunyai kadar air 74,27%, pemanasan 2 turun menjadi
               71,55% dan setelah diberi pemanasan ke 3 naik sedikit menjadi 72,32%. Hasil analisa kadar
               air  ternyata  ada  korelasinya  dengan  hasil  analisa  kadar  lemak  dimana  pada  saat  kadar  air
               menurun  maka  akan  terjadi  peningkatan  pada  kadar  lemaknya.  Seperti  pada  B1P3  yang
               mempunyai kadar air 69,84% justru mempunyai kadar lemak yang tinggi yaitu 5,1%, B3P2
               dengan kadar air 71,55% mempunyai kadar lemak 4,10% dan pada sampel yang mempunyai
               kadar  air  tinggi  ternyata  kadar  lemaknya  menurun  misalnya  pada  B4P3  yang  kadar  ainya
               74,26%  hanya  mempunyai  kadar  lemak  2,55%  dan  B5P2  dengan  kadar  air  75,69%  kadar
               lemaknya semakin sedikit yaitu 1,83%.
                      Kadar air daging segar apabila dibandingkan dengan kadar air sampel (bakso 1 sampai
               dengan  bakso  5)  ternyata  persentasenya  lebih  tinggi.  Ini  terjadi  karena  pemanasan  yang
               dilakukan  saat  pembuatan  sampel  bakso  menyebabkan  rusaknya  struktur  otot  daging,
               sehingga terjadi pengkerutan pada otot.

               Susut Masak Daging Sapi dan Babi Segar serta Substitusi Daging Babi pada Bakso Sapi
                      Hasil analisa susut masak daging sapi dan babi segar serta substitusi daging babi pada
               bakso  sapi  tersaji  pada  tabel  dibawah  (lihat  Tabel  4).  Bakso  1  (sapi  0%  ;  babi  100%)
               pemanasan 1 mempunyai susut masak 4,73%, pemanasan 2 turun menjadi 2,63% dan setelah
               diberi pemanasan ke 3 semakin turun lagi menjadi 2,04%. Bakso 2 (sapi 25% ; babi 75%)




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    456
   462   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472