Page 468 - EBOOK_Persiapan Generasi Muda Pertanian Pedesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia
P. 468

SEMINAR NASIONAL 2017
               Malang 10 April 2017

               pemanasan pertama susut masaknya sangat sedikit yaitu 1,97%, pemanasan ke 2 naik menjadi
               3,01% dan pada pemanasan ke 3 turun lagi menjadi 2,29%. Bakso 3 (sapi 50% babi 50%)
               pemanasan 1 susut masaknya 2,75%, pemanasan 2 naik menjadi 3,73% dan pemanasan ke 3
               turun  lagi  menjadi  1,68%.  Bakso  4  (sapi  75%  babi  25%)  pemanasan  1  mempunyai  susut
               masak  2,06%,  pemanasan  2  2,86%  dan  pemanasan  3  turun  menjadi  1,68%.  Bakso  5  (sapi
               100% ; babi 0%) pemanasan 1 susut masaknya sedikit yaitu 1,15%, tetapi pada pemanasan ke
               2 terjadi kenaikan  yang  tajam menjadi 5,83% dan setelah dilakukan pemanasan ke 3 susut
               masaknya turun lagi menjadi 2,36%.

               Tabel 4.   Susut masak daging sapi dan babi segar serta substitusi daging babi pada bakso sapi

                  Sampel Daging      Tanpa                    Susut Masak (%)                    Rerata
                                   Pemanasan     Pemanasan 1    Pemanasan 2     Pemanasan 3
                    Sapi Segar        2,67            -               -              -             -
                    Babi Segar        2,56            -               -              -             -
                     Bakso 1            -           4,73            2,63            2,04         3,13 a
                     Bakso 2            -           1,97            3,01            2,29         2,42 a
                     Bakso 3            -           2,75            3,73            1,39         2,63 a
                     Bakso 4            -           2,06            2,66            1,68         2,20 a
                     Bakso 5            -           1,15            5,83            2,36         3,11 a
               Keterangan :   Tidak  ada  perbedaan  yang  nyata  (F  hitung  <  F  tabel)  terhadap  susut  masak  pada
                            masing-masing sampel bakso.

                      Data hasil analisa susut masak diatas apabila dibandingkan dengan data hasil analisa
               kadar lemak (lihat Tabel 4) terdapat korelasi yang jelas bahwa sampel bakso dengan kadar
               lemak  paling  sedikit  (B5P2)  dengan  kadar  lemak  1,83%  mempunyai  susut  masak  terbesar
               yaitu 5,83% sedangkan bakso yang mempunyai kadar lemak tinggi (B4P2) susut masaknya
               cenderung  rendah  yaitu  2.86%.  Menurut  Saffel  dan  Bratzler  dalam  Soeparno  (1992)
               perbedaan  susut  masak  ini  antara  lain  berhubungan  dengan  jumlah  lemak  daging.  Lemak
               intramuscular menghambat atau mengurangi  cairan daging  yang  keluar  selama  pemasakan.
               meskipun pada daging yang mempunyai lemak marbling lebih tinggi akan kehilangan lemak
               Iebih besar.


               4.  Kesimpulan dan Saran

               Kesimpulan
                      Hasil penelitian tentang kadar susut masak, keempukan, kadar air dan  kadar lemak.
               Keempukan  tertinggi  diperoleh  dari  perlakuan  substitusi  daging  babi  sebanyak  100%  pada
               bakso  1  (sapi  0%;babi  100%)  dan  keempukan  terendah  diperoleh  dari  perlakuan  substitusi
               daging babi sebanyak 75% pada bakso 2 (sapi 25%;babi 75%). Susut masak tertinggi 3,13%
               diperoleh dari substitusi daging babi pada bakso sapi sebanyak 100% pada bakso 1 (sapi 0%;
               babi 100%) dan susut masak terendah 2,20% diperoleh dari substitusi daging babi pada bakso
               sapi sebanyak 25% pada bakso 4 (sapi 75%; babi 25%). Kadar air tertinggi 74,87% terdapat
               pada  bakso  5  (sapi  100%;babi  0%)  dan  terendah  sebanyak  71,25%  pada  bakso  1  (sapi
               0%;babi  100%).  Kadar  lemak  tertinggi  4,72%  diperoleh  dari  substitusi  daging  babi  pada
               bakso  sapi  sebanyak  100%  pada  bakso  1  (sapi  0%;babi  100%)  dan  terendah  2,29%  pada
               bakso 5 (sapi 100%;babi 0%)

               Saran
                      Perlu  penelitian  lebih  lanjut  untuk  mengetahui  cara  pengidentifikasian  yang  tepat
               adanya campuran daging babi pada produk olahan daging demi keamanan konsumen.




                              “Penyiapan Generasi Muda Pertanian Perdesaan Menuju Indonesia Sebagai Lumbung Pangan Dunia”    457
   463   464   465   466   467   468   469   470   471   472   473