Page 28 - E-MODUL KOLOID TERINTEGRASI ETNO-STEM
P. 28
Koloid ini terjadi pada sol. Sol liofil adalah koloid yang fase
terdispersinya suka (dapat mengikat) pada cairan (fase pendispersinya).
Sol liofob adalah koloid yang fase terdispersinya tidak suka paca cairan
(fase pendispersinya) pada koloid liofil pengikatan medium pendispersi
disebabkan oleh gaya tarik menarik (berupa gaya elektrostatik) pada
setiap ujung gugus molekul terdispersi. Sol liofob/ hidrofob mudah
terkoagulasi dengan sedikit penambahan elektrolit, tetapi menjadi lebih
stabil jika ditambahkan koloid pelindung yaiut koloid liofil.
Berikut ini penjelasan yang lebih lengkap mengenai koloid liofil dan
liofob:
- Koloid liofil (suka cairan) adalah koloid di mana terdapat gaya Tarik -
menarik yang cukup besar antara fase terdispersi dan medium
pendispersi. Contoh, disperse kanji, sabun, deterjen.
- Koloid liofob (tidak suka cairan) adalah koloid di mana terdapat gaya
tarik- menarik yang lemah atau bahkan tidak ada sama sekali antar
fase terdispersi dan medium pendispersinya. Contoh: dispersi emas,
belerang dalam air
Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan beberapa
perbedaan dari koloid hidrofil dan hidrofob. Perbedaan tersebut dapat
dilihat dari table di bawah ini.
Tabel 3. Perbedaan sifat koloid hidrofil dan hidrofob
No Sol Hidrofil Sol Hidrofob
1. Koloid yang Koloid tidak
mengadsorpsi mengadsorpsi
mediumnya mediumnya
2. Dapat dibuat dengan Hanya stabil pada
konsentrasi yang konsentrasi kecil
relative besar
3. Tidak mudah Mudah menggumpal
digumpalkan dengan pada penambahan
penambahan elektrolit elektrolit
28