Page 46 - E-Modul Perancangan Perkerasan Jalan_DPTSP
P. 46
Satu set ayakan digunakan untuk mengumpulkan hasil pengujian dan
analisis untuk menghasilkan gradasi agregat. Ayakan dengan ukuran bukaan
paling besar diletakkan di atas, dengan yang paling halus (No. 200) terletak di
bawah pan. Ada dua pilihan untuk melakukan analisis ayakan: basah (ayakan
basah atau ayakan kering). Analisis basah mengukur jumlah bahan agregat
yang lolos saringan No.200, sedangkan analisis kering mengukur persentase
lolos agregat halus dan kasar (ayakan kering) sesuai dengan SNI ASTM
C136:2014 (Cara Uji untuk Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar).
2) Berat Jenis Agregat
Parameter penunjuk berat yang diperlukan dalam rancangan campuran
adalah berat jenis agregat, yang merupakan perbandingan antara berat satuan
volume agregat dengan berat air dengan volume yang sama pada suhu
tertentu.
Secara umum, untuk mengetahui berat jenis agregat dilakukan uj
sampel sesuai dengan panduan SNI 1969:2016 (Cara uji berat jenis dan
penyerapan air agregat kasar). Ada empat jenis berat jenis (spesifik gravity)
berdasarkan jenis volume yang digunakan untuk menghitung berat jenis, yaitu:
a) Berat jenis bulk (bulk specific gravity), juga dikenal sebagai berat jenis
curah kering adalah berat jenis yang memperhitungkan berat agregat
secara keseluruhan dan berat agregat saat kering.
= − ...................................... (pers. 1)
b) Berat jenis jenuh kering permukaan (saturated surface dry spesific
gravity) adalah jumlah berat agregat dalam keadaan jenuh kering
permukaan, ditambah berat air yang dapat meresap ke dalam pori
agregat dan seluruh volume agregat.
= ....................................... (pers. 2)
−
32 E-Modul Perancangan Perkerasan Jalan