Page 51 - E-Modul Perancangan Perkerasan Jalan_DPTSP
P. 51
c) Latasir (Lapisan Tipis Aspal Pasir), merupakan jenis beton aspal untuk
jalan-jalan dengan intensitas lalu lintas ringan, khususnya tempat yang
sulit memperoleh agregat kasar. Latasir dikenal dengan SS (Sand Sheet)
atau HRSS (Hot Rolled Sand Sheet). Sesuai dengan gradasi agregatnya
campuran latasir dapat dibedakan atas:
(1) Latasir kelas A, disebut HRSS-A atau SS-A. Tebal minimalnya adalah
1,5 cm.
(2) Latasir kelas B, disebut HRSS-A atau SS-B. Tebal minimalnya adalah
2 cm.
d) Lapisan Perata, beton aspal yang digunakan untuk menutup permukaan
jalan lama dan membentuk penampang melintang.
e) SMA (Split Mastic Asphalt), Beton aspal bergradasi terbuka dengan
selimut aspal yang tebal. Lapisan ini terutama digunakan di jalur yang
dilalui oleh kendaraan berat karena campuran ini menstabilkan kadar
aspal yang tinggi. ada 3 jenis SMA, yaitu :
(1) SMA 0/5 dengan tebal perkerasan 1,5-3 cm.
(2) SMA 0/8 dengan tebal perkerasan 2-4 cm.
(3) SMA 0/8 dengan tebal perkerasan 3-5 cm.
4) Sifat Volumetrik Campuran Aspal
Sifat volumetrik beton aspal padat dapat ditentukan secara analitis, baik
yang dipadatkan di laboratorium maupun di lapangan. Parameter berikut
biasanya digunakan:
Vmb = volume bulk campuran dipadatkan
VMA = persentase rongga dalam agregat mineral (Percent of Void in
Minerale Aggregate
VFA = persentase rongga terisi aspal (Percent of Void Filled with Asphalt)
E-Modul Perancangan Perkerasan Jalan 37