Page 47 - E-Modul Perancangan Perkerasan Jalan_DPTSP
P. 47
c) Berat jenis semu, dihitung berdasarkan berat agregat dalam keadaan
kering dan volume agregat yang tidak dapat diresapi air.
= − ....................................... (pers. 3)
dengan,
S = berat jenis curah kering = berat kering oven
w
S = bert jenuh kering muka = berat kondisi SSD
s
S = berat jenis semu = berat benda uji dalam air
a
c. Hubungan Volumetrik Bahan Pencampuran Aspal
Beton aspal merupakan jenis perkerasan jalan yang dibuat dari
pencampuran agregat dan aspal secara merata, dengan atau tanpa bahan
tambahan. Bahan material dicampur pada suhu tertentu di tempat
pencampuran, kemudian diangkut ke lokasi, dihamparkan lalu dipadatkan.
1) Jenis Beton Aspal
Jenis beton aspal diklasifikasikan berdasarkan fungsinya, serta suhu
pencampuran material yang digunakan untuk membentuknya. Berdasarkan
temperatur ketika mencampur dan memadatkan campuran, beton aspal dapat
dibedakan menjadi:
a) Beton aspal campuran panas (hotmix) adalah beton aspal yang bahan
utamanya dicampur pada suhu pencampuran sekitar 140°C
b) Beton aspal campuran sedang (warm mix) adalah beton aspal yang
bahan utamanya dicampur pada suhu pencampuran sekitar 60°C
c) Beton aspal campuran dingin (coldmix) beton aspal yang bahan
utamanya dicampur pada suhu pencampuran sekitar 25 °C
E-Modul Perancangan Perkerasan Jalan 33