Page 48 - E-Modul Perancangan Perkerasan Jalan_DPTSP
P. 48
2) Karakteristik Campuran Beton Aspal
Stabilitas adalah ketahanan perkerasan lentur ketika mendapat beban
kendaraan tanpa adanya alih bentuk kontur. Stabilitas beton aspal dipengaruhi
oleh faktor berikut ini:
a. Gesekan internal terjadi ketika komponen agregat memiliki nilai kerapatan
tekstur permukaan agregat, dimensi permukaan agregat, pola, gradasi,
kepadatan, dan tebal film aspal. Untuk mencapai stabilitas yang
diharapkan , agregat dengan gradasi baik meminimalisir angka kerapatan.
b. Penetrasi aspal, perubahan viskositas karena suhu, tingkat pembebanan,
dan komposisi adalah faktor utama yang mempengaruhi daya kohesi.
kimiawi aspal, dan pengaruh umur rencana.
Durabilitas didasarkan ketebalan selimut aspal, rongga pada material, dan
ketahanan terhadap air serta perilaku untuk menahan beban diatasnya, daya
dukung gesek roda terhadap lintasan. Beton aspal tahan terhadap aus karena
campuran aspal yang menyelimuti keseluruhan permukaan
agregatmembuatnya lebih kedap air. Sebaliknya, campuran aspal yang
menyelimuti tebal maka akan mudah meleleh.
Fleksibilitas merupakan kemampuan beton aspal untuk menyesuaikan diri saat
pondasi atau tanah dasar menurun tanpa retak akibat berat sendiri tanah atau
akibat beban lalu lintas yang berulang timbunan yang dibangun di atas tanah
asli untuk meningkatkan fleksibilitas dengan agregat bergradasi terbuka dan
kadar aspal yang sangat baik.
Ketahanan terhadap Kelelahan (fatique resistance) adalah beton aspal dengan
kadar aspal yang tinggi memiliki kemampuan untuk menerima lendutan beban
lalulintas berulang tanpa mengalami kerusakan seperti alur atau retak.
Tahan Geser (skid resistance) merupakan permukaan beton aspal mencegah
kendaraan tergelincir atau slip, terutama di lingkungan basah, dengan
memberikan gaya gesek pada rodanya. Tekstur permukaan agregat, dimensi
permukaan agregat, pola, gradasi, kepadatan, dan tebal film aspal untuk
34 E-Modul Perancangan Perkerasan Jalan