Page 51 - buku 1 kak emma_merged (1)_Neat
P. 51

Hasril Chaniago, Aswil Nazir, dan Januarisdi



                     jauh ke masa depan. Mereka membuat persawahan dan ladang

                     yang luas, dan hingga kini masih bisa kita saksikan. Kecamatan

                     Bonjol bersama Rao adalah daerah penghasil beras utama di

                     Kabupaten Pasaman sekarang.
                             Akan halnya perubahan nama Alahan Panjang menjadi

                     Bonjo(l) dan Ganggo, juga diceritakan dalam tambo sebagaimana

                     terangkum dalam sejarah dan profil Nagari Ganggo Hilia.

                     Nagari Alahan Panjang berubah dan terbagi dua menjadi
                     Nagari Ganggo Hilia dan Nagari Ganggo Mudiak sebelum

                     Perang Paderi. Sebagaimana telah banyak ditulis dalam buku

                     sejarah, sebelum Perang Paderi melawan Belanda, telah terjadi

                     “perang” antara kaum adat dan kaum agama di Minangkabau

                     (1803-1821). Konflik serupa juga terjadi di Alahan Panjang.
                     Untuk mencegah pertikaian berkembang menjadi perang

                     antasuku dalam satu nagari, para ninik mamak dan pemimpin

                     Nagari Alahan Panjang meminta bantuan ulama Muhammad

                     Syahab (kemudian dikenal sebagai Tuan Imam Bonjol) untuk
                     menyelesaikannya.

                             Tuanku Imam Bonjol, seorang ulama yang arif-bijaksana,

                     kharismatik,  dan dikenal  adil dalam  menyelesaikan  masalah,

                     kemudian mempelajari akar konflik tersebut. Setelah yakin

                     dengan jalan keluar yang dipikirnya tepat dan adil, Tuanku
                     Imam Bonjol kemudian membagi dua nagari Alahan Panjang

                     dengan masing-masing dihuni oleh tujuh suku. Tujuh suku di

                     Ganggo Mudiak dan tujuh suku pula pindah ke Ganggo Hilia.

                     Tentang lahirnya kedua nama nagari baru tersebut, berasal dari

                     ucapan Tuanku Imam Bonjol ketika menetapkan batas wilayah


                                                           22
   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56