Page 55 - buku 1 kak emma_merged (1)_Neat
P. 55

Hasril Chaniago, Aswil Nazir, dan Januarisdi



                              Walaupun telah hidup dalam wilayah nagari yang

                     berbeda-beda,  tetapi  semua penduduk  di keempat  nagari,

                     Ganggo Hilia, Ganggop Mudiak, Limo Koto dan Koto Kaciak,

                     lebih cendrung menyebut diri mereka orang Bonjkol. Selain
                     karena merupakan tanah kelahiran Pahlawan Nasional Tuanku

                     Imam Bonjol  dan  Pahlawanan Kemanusiaan  Indonesia  Prof.

                     Dr. Achmad  Mochtar, identifikasi  Bonjol sebagai  negeri

                     pejuang, juga didukung dengan catatan sejarah yang gemilang
                     sebagai  tanah kelahiran  tokoh-tokoh istimewa  lainnya.  Patut

                     kita catat, bahwa Bonjol juga merupakan tanah kelahiran dua

                     orang  dari  enam  Polisi  Wanita  (Polwan)  pertama  Indonesia,

                     yaitu Kolonel Pol. (kini Kombes Pol.) Djasmainar Husein dan

                                                            6
                     Kolonel Pol. Dahniar Sukotjo.  Di samping itu, negeri ini ini
                     juga tercatat sebagai kampung halaman dua aktor dan tokoh

                     terkenal Indonesia, ayah-anak, Soekarno M. Noor serta Rano

                     Karno yang pernah menjadi Wakil Gubernur dan Gubernur

                     Banten.





                     6  Djasmainar Husein tercatat lahir di Ganggo Mudiak (1929), sedangkan Dahniar
                         Sukotjo lahir di Ganggo Hilia (1930). Polisi Wanita Indonesia lahir tanggal 1
                         September 1948 ditandai diresmikannya Sekolah Inspektur Polisi di Bukittinggi
                         pada tanggal yang sama. Dari daftar siswa angkatan pertama cikal bakal
                         Sekolah Polisi Negara (SPN) Bukittinggi terdapat enam orang wanita. Mereka
                         adalah Mariana Saanin Mufti, Nelly Pauna Situmorang, Rosmalina Pramono,
                         Dahniar Sukotjo, Djasmainar Husein, Rosnalia Taher. Keenam Polwan pertama
                         ini mulai masuk pendidikan menjelang Agresi II Militer , dan setelang Perang
                         Kemerdekaan ,melanjutkan  karier di Kepolisian Negara Republik Indonesia
                         (Polri) hingga pensiun dengan pangkat Kolonel Polisi (kini Komisaris Besar
                         Polisi). Lihat Hasril Chaniago, Khairul Jasmi, Muhammad Akmil, Polisi Pejuang
                         Polisi  Masyarakat:  Sejarah  Kepolisian  RI  di  Sumatera  Barat/Tengah, Polda
                         Sumbar (2006).

                                                           26
   50   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60