Page 57 - buku 1 kak emma_merged (1)_Neat
P. 57

Hasril Chaniago, Aswil Nazir, dan Januarisdi



                                                                     8
                     Mochtar, yakni tahun 1892 dan 1893.  Demikian pula, dalam
                     buku yang disunting Prof. M.A. Hanafiah (1976), tertulis nama

                     Achmad Mochtar lahir 1892 di Bonjol.             9

                             Dari sekian versi tanggal dan tahun kelahiran Achmad
                     Mochtar, yang nampak paling tepat adalah yang terdapat

                     dalam buku Gunseikanbu (1986:331-333), karena berasal dari

                     catatan yang ditulis oleh Prof. Dr. Achmad Mochtar sendiri.

                     Selain menuliskan tanggal lahirnya 17 November 1891
                     (menurut penanggalan Jepang: 17-11-2551),  di sini Mochtar
                                                                            10
                     juga mencatat riwayat pendidikan, pekerjaan, dan 54 judul

                     karya ilmiah yang pernah ditulis semasa hidupnya, tak kecuali

                     disertasi doktoralnya di Universitas Amsterdam tahun 1927.
                                                                                                11
                             Sebagai orang Minangkabau yang menganut keturunan
                     menurut garis ibu (matrilinial), Mochtar bersuku Piliang. Garis

                     keturunan Achmad Mochtar dapat dirunut paling tidak enam

                     generasi ke atasnya. Dalam silsilah (ranji) kaum Dt. Sinaro I

                     (penghulu Suku Piliang pertama di Ganggo Hilia, Bonjol) yang
                     kini masih tersimpan dan terawat baik di rumah tua keluarga



                     8  Lihat  http://poestahadepok.blogspot.com/2018/06/sejarah-kota-padang-55-dr-
                         achmad.html diunggah 5 Desember 2020 pkl. 21.05.
                     9  Prof. MA Hanafiah SM (ed.), 125 Tahun Pendidikan Dokter di Indonesia 1851-
                         1976, Jakarta: Panitia Peringatan 125 Th Pendidikan Dokter di Indonesia, 1976,
                         hlm. 146.
                     10  Untuk mengonversi kalender atau penanggalan Jepang ke sistem penanggalan
                         Masehi harus dikurangi dengan 660.
                     11  Gunseikanbu,  Orang  Indonesia  Yang  Terkemuka  di  Jawa, Yogyakarta: Gadjah
                         Mada University Press, 1986, hlm. 331-333. Edisi pertama buku ini diterbitkan
                         oleh  Gunseikanbu  (Pemerintah  Militer  Jepang)  di  Jakarta  tahun  1944,  berisi
                         biodata ringkas 3.009 orang Indonesia termuka di Pulau Jawa masa pendudukan
                         Jepang, di mana 440 di antaranya adalah yang berprofesi dokter atau bekerja di
                         bidang kesehatan.

                                                           28
   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61   62