Page 56 - buku 1 kak emma_merged (1)_Neat
P. 56

Prof. Dr. Achmad Mochtar: Ilmuwan Kelas Dunia Korban Kejahatan Perang Jepang



                     Asal Usul Keluarga Achmad Mochtar


                             Achmad Mochtar dilahirkan di Nagari Ganggo Hilia pada

                     17 November 1891 (Gunseikanbu, 1986:331). Ibunya bernama
                     Roekajah bersuku Piliang kaum Dt. Sinaro. Kakak tertua dari

                     Roekajah bernama A. Hamid Bandaro Sati adalah Kepala Laras

                     (Laras  Hoofd) Bonjol.  Dengan demikian, Mochtar adalah
                                                   7
                     kemenakan seorang  Tuanku Lareh, suatu jabatan tertinggi

                     seorang terkemuka pribumi dalam struktur pemerintahan
                     kolonial masa itu. Sedangkan ayahnya, bernama Omar Soetan

                     Nagari, seorang guru kepala yang berasal dari Nagari Ganggo

                     Mudiak. Omar bersuku Melayu dari kaum Nan Sajati, dikenal

                     sebagai salah satu pewaris ulayat (sawah dan lahan) paling luas

                     di negeri tersebut.
                             Ada beberapa versi mengenai tanggal dan tahun kelahiran

                     Achmad Mochtar. Beberapa referensi menulis Mochtar lahir

                     tahun 1892. Sebut misalnya buku terbaru J. Kevin Baird

                     dan  Sangkot  Marzuki  (2020:73)  Mochtar  lahir  pada  1892  –

                     nampaknya mengutip daftar tamatan STOVIA yang ada dalam
                     buku 125 Tahun Pendidikan Dokter di Indonesia. Sementara

                     pada nisan makam kehormatan Belanda Ereveld, Ancol –lokasi

                     yang diyakini sebagai tempat jenazah Mochtar dimakamkan

                     secara massal– tertulis tahun kelahiran 10-11-1890. Sedangkan
                     Akhir Matua Harahap menulis dua versi tahun kelahiran






                     7  Untuk mengetahui kedudukan Kepala Laras (Laras Hoofd) dalam pemerintahan
                         kolonial  Belanda  di Minangkabau,  lihat Gusti  Asnan,  Pemerintah  Daerah
                         Sumatera Barat dari VOC Hingga Reformasi. Yogyakarta: Citra Pustaka, 2006.

                                                           27
   51   52   53   54   55   56   57   58   59   60   61