Page 54 - buku 1 kak emma_merged (1)_Neat
P. 54
Prof. Dr. Achmad Mochtar: Ilmuwan Kelas Dunia Korban Kejahatan Perang Jepang
hektar (hampir tengah luas kecamatan Bonjol) dengan jumlah
penduduk sekitar 9.000 jiwa. Sementara Nagari Ganggo Hilia
memiliki populasi 7.822 (2020) memiliki wilayah seluas 4.572
hektar.
Nagari Ganggo Hilia merupakan pusat kecamatan
Bonjol. Selain itu, nagari ini menjadi istimewa karena dilintasi
garis Khatulistiwa ditandai dengan sebuah Tugu Ekuator yang
dibangun persis di sebelah kiri jalan lintas Sumatera Bukittinggi
– Lubuk Sikaping. Berseberangan jalan dengan Tugu Ekuator,
berdrii Taman Museum Tuanku Imam Bonjol, sebuah objek
wisata sejarah yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten
Pasaman.
Dalam struktur pemerintahan Indonesia sekarang,
Ganggo Hilia adalah sebuah nagari sekaligus ibu kecamatan
Bonjol. Secara administrasi pemerintahan, Nagari Ganggo
Hilia terbagi atas 12 jorong yang masing-masing dipimpin oleh
Kepala Jorong yang termasuk perangkat nagari. Ke-12 jorong
tersebut adalah Jorong Musus, Jorong Padang Laweh, Jorong
Padang Baru, Jorong Kampuang Sianok, Jorong Tanjuang Alai,
Jorong Kampung Jambak, Jorong Kampung Koto, Jorong
Pasar, Jorong Kampung Caniago, Jorong Kampuang Talang,
Jorong Tanjuang Bungo, Jorong Padang Bubus. Dalam konsep
tradisional “adat salingka nagari”, penduduk asli Ganggo Hilia
terdiri atas tujuh suku (kaum), yaitu Suku Tanjung, Jambak,
Malayu, Koto, Piliang, Caniago, dan Suku Sikumbang. 5
5 Wawancara dengan Wali Nagari Ganggo Hilia, Haftitah, dan Ketua Kerapatan
Adat (KAN) Ganggo Hilia, Hendra Bagindo Ratu, 1 Desember 2020.
25