Page 31 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JANUARI 2020
P. 31
Title ONIMBUS LAW DIHARAP SELESAIKAN PERSOALAN TENAGA KERJA
Media Name republika.co.id
Pub. Date 07 Januari 2020
https://republika.co.id/berita/q3oxrk328/onimbus-law-diharap-selesaika n-persoalan-
Page/URL
tenaga-kerja
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita tidak memungkiri persoalan
tenaga kerja di Tanah Air masih menjadi penghambat investasi masuk ke dalam
negeri. Pasalnya setiap melakukan kunjungan kerja ke Luar Negeri, kata dia, calon
investor mengeluhkan hal itu.
"Maka dalam kaca mata Kementerian Perindustrian (Kemenperin), kita semua
seharusnya sudah sama-sama paham dan sepakat industri pengolahan manufaktur
punya kontribusi besar bagi perekonomian secara menyeluruh. Jadi yang harus kita
dorong kita kedepankan bahkan proteksi adalah keberadaan industri itu sendiri,"
tutur Agus kepada wartawan di Jakarta, Senin, (6/1).
Demi menjaga industri, lanjutnya, dalam onimbus law nanti ada aturan
ketenagakerjaan. Kemenperin berharap, kebijakan itu pro-industri.
"Kalau industri berkembang, penyerapan tenaga kerja semakin besar. Jadi kebijakan
ketenagakerjaan pro-industri pada gilirannya dia akan ciptakan tenaga kerja lebih
besar. Itu prinsip dasar kami," kata dia.
Menurut Agus, perlu dicari titik agar para buruh tidak justru kesulitan dengan
adanya omnibus law. Terutama terkait pendapatan atau upahnya.
"Jadi tentu harus dirumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang berkeadilan. Seperti
banyak disampaikan, jangan sampai orang kerja 10 jam sama upahnya dengan
yang 14 jam. Nanti ketidakadilan nampak," tegas Agus.
Berdasarkan alasan itu, lanjutnya, dalam menyusun kebijakan ketenagakerjaan
banyak faktor dilihat. Salah satu yang harus diperhatikan, ujar dia, yakni faktor
industri.
Sebagai informasi, Kemenperin menargetkan jumlah tenaga kerja pada 2020
mencapai 19,59 juta sampai 19,66 juta orang. Pencapaian Jumlah tersebut, kata
Menperin, tergantung pada berbagai kondisi, di antaranya iklim usaha, ekspor, upah
minimum, kompetensi tenaga kerja, serta lainnya.
Page 30 of 74.

