Page 33 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JANUARI 2020
P. 33
"Tidak perlu heboh. Yang penting, mereka bisa kami pulangkan ke Tanah Air
dengan selamat dan lancar," tegas Dubes dalam acara Sarasehan Awal Tahun 2020
bersama Masyarakat Indonesia di Beijing dan Sekitarnya, yang dirangkai dengan
perpisahan Wakil Dubes RI Listyowati.
Oleh karena banyak pengaduan, pada tahun lalu sebagian ruang di aula serba guna
KBRI Beijing difungsikan sebagai tempat penampungan para perempuan korban
TPPO itu.
Modus pengantin pesanan adalah pria warga China menyunting perempuan dari
Indonesia melalui cukong dengan membayar ratusan juta rupiah.
Setelah melakukan proses perkawinan di Indonesia, pengantin pria memboyong
pasangannya ke kampung halamannya di China.
Sejumlah korban pernikahan pesanan berkerumun di saah satu sudut aula KBRI
Beijing. (Foto diambil dari kamera sirkuit). M. Irfan Ilmie) M. Irfan Ilmie) Selama di
China, pria tersebut tidak memperlakukan pasangannya itu layaknya seorang istri.
Istri-istri tersebut kabur dan meminta perlindungan ke KBRI Beijing. Di antara
mereka, bahkan ada yang kabur dengan menumpang truk ratusan kilometer.
Upaya untuk memulangkan para korban tersebut membutuhkan proses karena
pihak suami telah melapor kepada pihak kepolisian bahwa mereka kehilangan istri.
"Sekarang kalau ada kasus seperti itu lagi, yang langsung kami kembalikan kepada
suaminya. Biarkan pasangan tersebut memutuskan sendiri, mau pisah atau terus
membangun rumah tangganya," kata Koordinator Fungsi Protokol dan Kekonsuleran
KBRI Beijing Ichsan Firdaus.
Page 32 of 74.

