Page 36 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 8 JANUARI 2020
P. 36

Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan disebutkan,
               tidak boleh ada pekerja yang mendapatkan upah di bawah upah minimum. Jika itu
               dilakukan, sama saja dengan kejahatan. Pengusaha yang membayar upah di bawah
               upah minimum bisa dipidana.

               "Karena itu, berdasarkan uraian di atas, sangat terlihat jika pemberian upah per jam
               adalah mekanisme untuk menghilangkan upah minimum. Karena ke depan akan
               banyak perusahaan yang mempekerjakan buruhnya hanya beberapa jam dalam
               sehari," tegasnya.

               2. Menghilangkan pesangon

               Iqbal menyebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
               pernah menggunakan istilah baru dalam omnibus law, yakni tunjangan PHK yang
               besarnya mencapai 6 bulan upah. Terkait hal ini, Iqbal mengatakan, dalam UU
               Nomor 13 Tahun 2003 masalah pesangon sudah diatur bagi buruh yang terkena
               PHK.

               Besarnya pesangon adalah maksimal 9 bulan, dan bisa dikalikan 2 untuk jenis PHK
               tertentu, sehingga bisa mendapatkan 18 bulan upah. Selain itu, mendapatkan
               penghargaan masa kerja maksimal 10 bulan upah, dan penggantian hak minimal 15
               persen dari toal pesangon atau penghargaan masa kerja.

               "Dengan kata lain, pesangon yang sudah diatur dengan baik di dalam UU 13/2003
               justru akan dihilangkan dan digantikan dengan istilah baru, tunjangan PHK yang
               hanya 6 bulan upah. Padahal sebelumnya, buruh berhak mendapatkan hingga 38
               bulan upah lebih," ujarnya.

               3. Fleksibilitas pasar kerja atau penggunaan outsourcing dan buruh
               kontrak diperluas

               Dalam omnibus law, dikenalkan istilah fleksibilitas pasar kerja. Iqbal menilai, istilah
               ini dapat diartikan tidak adanya kepastian kerja dan pengangkatan karyawan tetap
               (PKWTT).

               "Jika di UU 13/2003 outsourcing hanya dibatasi pada 5 jenis pekerjaan, nampaknya
               ke depan semua jenis pekerjaan bisa di-outsoursing-kan. Jika ini terjadi, masa
               depan buruh tidak jelas. Sudahlah hubungan kerjanya fleksibel yang artinya sangat
               mudah di PHK, tidak ada lagi upah minimum, dan pesangon dihapuskan," sebut
               Iqbal.

               4. Lapangan pekerjaan yang tersedia berpotensi diisi Tenaga Kerja Asing
               (TKA) Unskill

               Terkait TKA, dalam UU 13/2003, penggunaan TKA harus memenuhi beberapa
               persyaratan. Antara lain, TKA hanya boleh untuk pekerjaan yang membutuhkan





                                                       Page 35 of 74.
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41