Page 35 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 35

KPK: KARTU PRAKERJA BERMASALAH

              Komisi  Pemberantasan  Korupsi  (KPK)  menemukan  sejumlah  masalah  dalam  pelaksanaan
              program  kartu  prakeija.  Namun,  komisi  antirasuah  hanya  memberikan  rekomendasi  kepada
              pelaksana kartu prakeija tanpa mengungkap temuan delik hukum mengingat program itu telah
              berjalan.

              'Kami menemukan sejumlah permasalahan dalam empat aspek terkait tata laksana (program
              kartu prakerja) sehingga pemerintah perlu melakukan perbaikan dalam implementasi program
              tersebut," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di gedung KPK .Jakarta, Kamis (18/6).

              KPK  memaparkan  sejumlah  temuan  sekaligus  dengan  rekomendasi  masing-masing  terkait
              pelaksanaan program yang memakan anggaran Rp 20 triliun tersebut. Pertama, terkait proses
              pendaftaran.

              Kementerian Tenaga Keija (Kemena-ker) dan BPJS Ketenagakerjaan telah mendata pekeija yang
              terkena pemutusan hubungan kerja dan sudah dipadankan dengan nomor induk kependudukan
              (NIK).

              Sebanyak 1,7 juta orang pekeija ter-dampak masuk *whitelist Faktanya, hanya sebagian kecil
              dari whitelist tersebut yang mendaftar secara daring, yaitu hanya 143 ribu orang. Sementara,
              peserta yang mendaftar untuk tiga gelombang, yaitu 9,4 juta orang, bukanlah target program
              tersebut.

              "Rekomendasi  pertama,  peserta  yang  disasar  pada  whitelist,  tidak  perlu  mendaftar  daring,
              melainkan dihubungi manajemen pelaksana sebagai peserta program," ujar Alexander.

              Masalah kedua, manajemen pelaksana kartu prakerja menggunakan fitur face recognition untuk
              kepentingan pengenalan peserta dengan anggaran Rp 30,8 miliar. KPK menilai itu sangat tidak
              efisien. KPK merekomendasikan agar cukup menggunakan NIK sehingga tidak perlu fitur lain
              yang mengakibatkan penambahan biaya.

              Konflik kepentingan

              Selanjutnya,  keija  sama  program  prakeija  dengan  delapan  platform  digital  tidak  melalui
              mekanisme  pengadaan  barang  dan  jasa  pemerintah.  Kedelapan  platform  digital  itu  adalah
              Tokopedia, Bukalapak, Pijar Mahir, Sekolah.mu, Pintaria, Skill Academy, MauBelajarApa, dan
              Kementerian Tenaga Keija.

              KPK juga menemukan adanya konflik kepentingan antara lima dari delapan platform digital dan
              lembaga  penyedia  pelatihan.  Kelimanya  adalah  Skill  Akademy  (Ruangguru);  Pintaria
              (HarukaEdu), Sekolahmu, MauBelajarApa.com, dan Pijar Mahir.

              Sebanyak 250 dari 1.895 pelatihan dinilai bermasalah karena lembaga pelatihan juga merupakan
              platform  digital  atau  kolaborator  dalam  program  kartu  prakerja.  "Dengan  demikian,  250
              pelatihan yang terindikasi harus dihentikan penyediaannya," ujar Alexander menegaskan.

              KPK menemukan, pelatihan yang memenuhi syarat hanya 13 persen dari 1.895 pelatihan yang
              tersedia. "Dari 1.895 pelatihan, kita ambil contoh 327 pelatihan secara acak, lalu kita cek di
              internet ada tidak yang menyediakan secara gratis? Ternyata, 89 persen ada! Nama dan kon-
              tennya saja yang berbeda, jadi hanya 11 pesen dari pelatihan yang benar-benar pantas dibayar
              atau hanya sekitar 200 pelatihan," kata Pahala.

              KPK merekomendasikan agar penentuan kelayakan materi melibatkan pihak yang kompeten
              serta dituangkan dalam bentuk petunjuk teknis. Kemudian, materi yang teridentifikasi gratis
              harus dikeluarkan dari daftar pelatihan. Terakhir, pelaksanaan pelatihan daring harus memiliki
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40