Page 78 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 78

"KPK  menemukan  sejumlah  permasalahan  dalam  4  aspek  terkait  tata  laksana  sehingga
              pemerintah perlu melakukan perbaikan dalam implementasi program," kata Alexander Marwata
              saat memaparkan hasil kajian di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).

              Empat  aspek  tersebut  di  antaranya  terkait  proses  pendaftaran,  kemitraan  dengan  platform
              digital,  materi  pelatihan,  dan  pelaksanaan  program.  Untuk  proses  pendaftaran,  KPK  menilai
              penggunaan fitur  face recognition  untuk kepentingan pengenalan peserta dengan anggaran
              Rp 30,8 miliar tidak efisien karena penggunaan Nomor Induk Kewarganegaraan (NIK) dan BP
              Jamsostek dianggap sudah memadai.

              Selanjutnya untuk kemitraan dengan platform digital, kata Alex, kerja sama dengan delapan
              platform tidak melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah (PBJ). Ditemukan
              juga konflik kepentingan pada lima platform digital dengan lembaga penyedia pelatihan.
              Kemudian untuk materi pelatihan, KPK menemukan hanya 13 persen dari 1.895 pelatihan yang
              memenuhi syarat, baik materi maupun penyampaian secara daring. Selain itu, kata Alex, 89
              persen pelatihan telah tersedia di internet yang tidak berbayar juga masuk dilaman website
              prakerja.org. Yang terakhir soal pelaksanaan program. Metode pelaksanaan program pelatihan
              secara daring berpotensi fiktif, tidak efektif, dan merugikan keuangan negara karena metode
              pelatihan hanya satu arah dan tidak memiliki mekanisme kontrol atas penyelesaian pelatihan
              yang sesungguhnya oleh peserta.

              "Lembaga  pelatihan  sudah  menerbitkan  sertifikat  meskipun  peserta  belum  menyelesaikan
              keseluruhan paket pelatihan yang telah dipilih. Peserta sudah mendapatkan insentif meskipun
              belum menyelesaikan seluruh pelatihan yang sudah dibeli, sehingga negara tetap membayar
              pelatihan yang tidak diikuti oleh peserta," beber Alex.

              Sejauh  ini,  pemerintah  telah  menggelontorkan  anggaran  sebesar  Rp  20  triliun  untuk  Kartu
              Prakerja dengan target peserta sebanyak 5,6 juta orang.

              EDITOR:  DIKI TRIANTO    Tag:  ALEXANDER MARWATA  KPK  KARTU PRAKERJA.
   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83