Page 79 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 79
Judul Pengamat: RUU Cipta Kerja Itu Positif, Tapi Celakanya Orang Tidak
Sabaran
Nama Media rmol.id
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://politik.rmol.id/read/2020/06/18/439765/pengamat-ruu-cipta-
kerja-itu-positif-tapi-celakanya-orang-tidak-sabaran
Jurnalis redaksi
Tanggal 2020-06-19 01:11:00
Ukuran 0
Warna Halaman Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korpo
Sentimen positive
Narasumber
neutral - Leo Agustino (Pengamat Kebijakan Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)
Celakanya memang orang kita tidak sabar, pengennya UU dibuat langsung berimplikasi pada
kesejahteraan mereka, ya gak bisa juga. Karena segala sesuatu itu butuh proses dan ketika kita
berbicara mengenai proses, proses itu memakan waktu
positive - Leo Agustino (Pengamat Kebijakan Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) Mudah
untuk membuat pabrik, mudah untuk mendirikan perusahaan. Maka, tentunya akan berimplikasi
pada penarikan lapangan pekerjaan bagi warga masyarakat. Jadi antara kemudahan
berinvestasi dengan ketenagakerjaan ini sebetulnya ada kaitan
positive - Leo Agustino (Pengamat Kebijakan Publik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa) RUU ini
disampaikan ketika Pak Jokowi memberikan pandangannya ketika diangkat menjadi Presiden
Indonesia untuk kedua kalinya. Dalam pembacaan naskah itu, dikatakan bahwa beliau akan
melakukan deregulasi dari sisi usaha supaya perekonomian Indonesia menjadi salah satu dari
empat kekuatan ekonomi dunia pada tahun 2030-2035
Ringkasan
RUU Ciptaker Bukan Ancaman, Justru Membuat Buruh Punya Nilai Tawar Pada Pemerintah
Namun demikian, tak banyak orang yang melihat secara mendalam dan terburu-buru
menjustifikasi RUU yang masuk dalam omnibus law tersebut.
"Celakanya memang orang kita tidak sabar, pengennya UU dibuat langsung berimplikasi pada
kesejahteraan mereka, ya gak bisa juga. Karena segala sesuatu itu butuh proses dan ketika kita
berbicara mengenai proses, proses itu memakan waktu," kata Pengamat Kebijakan Publik
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Leo Agustino dalam diskusi virtual 'Jaringan Bonus
Demografi bertajuk Solusi Pengangguran di Era New Normal', Kamis (18/6).

