Page 84 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 JUNI 2020
P. 84

KPK mengambil 327 contoh materi dari total 1.895, hasilnya 89 persen bisa didapatkan secara
              gratis.

              "Materi pelatihan tersedia melalui jejaring internet dan tidak berbayar," kata Wakil Ketua  KPK
              Alexander Marwata, Kamis (18/6/2020).

              "Dari 1.895 pelatihan dilakukan pemilihan sampel didapatkan 327 sampel pelatihan. Kemudian
              dibandingkan ketersediaan pelatihan tersebut di jejaring internet.

              Hasilnya 89 persen dari pelatihan tersedia di internet dan tidak berbayar termasuk di laman
              prakerja.org," ujarnya.

              Di sisi lain  KPK  menyebut program  kartu Pra Kerja  bermasalah secara kemitraan dengan para
              penyedia layanan pelatihan digital.

              Menurut  Alex,  permasalahan  pertama  karena  delapan  penyedia  pelatihan  daring  ikut  serta
              dalam program tanpa pengadaan barang dan jasa pemerintah (PBJ).

              Hal tersebut memiliki potensi konflik kepentingan.

              "Terdapat konflik kepentingan pada lima dari delapan platform digital dengan lembaga penyedia
              pelatihan," ujarnya.

              Alex juga menyebutkan sebanyak 250 pelatihan dari 1.895 pelatihan yang tersedia adalah milik
              Lembaga Penyedia Pelatihan yang memiliki konflik kepentingan dengan platform digital.

              Selain berpotensi konflik kepentingan,  KPK  mencatat permasalahan  kartu Pra Kerja  terletak
              pada metode pelaksanaan secara daring.
              Menurut  KPK  , metode tersebut besar kemungkinan dapat fiktif atau tidak efektif sehingga
              merugikan keuangan negara.

              Karena metode pembelajaran hanya satu arah. Peserta sudah mendapatkan insentif meskipun
              belum menyelesaikan seluruh pelatihan yang sudah dibeli, sehingga negara tetap membayar
              pelatihan yang tidak diikuti oleh peserta.

              Lebih lanjut lagi,  KPK  mengatakan lembaga pelatihan sudah menerbitkan sertifikat meskipun
              peserta belum menyelesaikan keseluruhan paket pelatihan yang telah dipilih.

              Materi pelatihan pun dianggap tidak memadai. Pelatihan yang memenuhi syarat secara materi
              dan penyampaian daring hanya 13 persen dari 1.895 pelatihan.
              Permasalahan juga terjadi pada proses pendaftaran.

              KPK merujuk pada data Kemenaker dan BPJS Ketenagakerjaan yang telah mengompilasi data
              pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sudah dipadankan NIK-nya berjumlah
              1,7 juta pekerja terdampak.

              Namun menurut  KPK  , hanya sebagian kecil dari whitelist ini yang mendaftar secara daring,
              yaitu hanya 143 ribu.

              Sedangkan,  sebagian  besar  peserta  yang  mendaftar  untuk  tiga  gelombang  yaitu  9,4  juta
              pendaftar bukanlah target yang disasar oleh program ini.

              "Kemudian penggunaan fitur face recognition untuk kepentingan pengenalan peserta dengan
              anggaran Rp 30,8 miliar tidak efisien. Penggunaan NIK dan keanggotaan BP Jamsostek sudah
              memadai," ujarnya.
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89