Page 145 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 145

Title          KSPI: RUU CIPTA LAPANGAN KERJA HILANGKAN PESANGON
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.republika.co.id/berita/nasional/politik/20/02/16/q5sfbn377 -kspi-ruu-cipta-
               Page/URL
                              lapangan-kerja-hilangkan-pesangon
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative











               JAKARTA -- Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal
               menyebut, Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja
               menghilangkan pesangon untuk para pekerja. Pekerjaan kontrak juga bisa
               diterapkan di semua pekerjaan.

               "Dalam draf RUU Cipta Kerja menghapus pasal 59 UU 13 tahun 2003, yakni
               mengenai perjanjian kerja untuk waktu tertentu. Dengan demikian kerja kontrak
               bisa diterapkan di semua jenis pekerjaan," katanya dalam konferensi pers di
               Jakarta, Ahad.

               Ia mengemukakan bahwa dalam draf RUU tersebut juga disebutkan tidak ada
               batasan waktu untuk kontrak kerja. Dengan begitu kontrak kerja bisa dilakukan
               seumur hidup sehingga pekerja tetap akan semakin langka.

               "Karena statusnya kontrak kerja, bisa dengan mudah dilakukan pemutusan
               hubungan kerja (PHK) dengan alasan habis kontrak dan kemungkinan tidak ada lagi
               pesangon, karena pesangon hanya untuk pekerja tetap," kata Said Iqbal, yang juga
               salah satu pengurus pusat Organisasi Buruh Internasional (ILO) di bawah naungan
               Perserikatan Bangsa-Bangsa, (ILO Governing Body-United Nation) itu.

               Selain itu, kata dia, pengusaha dapat mudah melakukan pemutusan hubungan kerja
               (PHK) dengan alasan selesainya suatu pekerjaan. Pengusaha dapat melakukan PHK
               semena-mena memakai alasan efisiensi.

               "Akibatnya, pengusaha bisa gampang melakukan PHK dengan atau efisiensi karena
               order atau pekerjaannya sudah habis. Sedangkan bagi pekerja kontrak yang di PHK
               karena selesainya suatu pekerjaan, padahal masa kontraknya belum berakhir, tidak
               lagi mendapatkan hak sesuai dengan sisa kontraknya. Tetapi hanya mendapatkan
               kompensasi," katanya.

               Ia menegaskan bahwa kompensasi hanya diberikan kepada pekerja yang memiliki
               masa kerja paling sedikit satu tahun. Hal itu, kata Iqbal, akan mendorong
               perusahaan untuk mempekerjakan pekerja kontrak kurang dari satu tahun.

               "Pilihan enam hari kerja dan tujuh hari kerja dihapus, sehingga memungkinkan



                                                      Page 144 of 336.
   140   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150