Page 148 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 148
Title SERIKAT: RUU CIPTAKER PERMUDAH INVESTASI, MISKINKAN PEKERJA
Media Name republika.co.id
Pub. Date 16 Februari 2020
https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/20/02/16/q5sgz4428-se rikat-ruu-
Page/URL
ciptaker-permudah-investasi-miskinkan-pekerja
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
JAKARTA -- Sejumlah serikat pekerja menilai pemerintah terkesan mengutamakan
investor dan mengesampingkan nasib para pekerja. Upaya-upaya keras pemerintah
untuk mendatangkan investasi justru bakal mengorbankan kesejahteraan atau
memiskinkan pekerja lewat Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja.
Sekretaris Jenderal Aspek Indonesia Sabda Pranawa Djati, mengatakan, para serikat
pekerja tidak anti dengan masuknya investasi, baik dari dalam negeri maupun asing.
Namun, ia mengatakan, upaya mendatangkan investasi dengan mendegradasikan
hak-hak pekerja akan memicu penolakan besar-besaran.
"Lantas, kenapa harus ada investasi kalau mempersulit rakyat? Ini yang kita tolak.
Silakan undang investor, tapi jangan rugikan pekerja," kata Sabda dalam Konferensi
Pers di Jakarta, Ahad (16/2).
Sejak awal isu RUU Cipta Kerja berembus, Sabda mengatakan, serikat telah
menduga akan banyak upaya pemerintah menghilangkan hak-hak pekerja yang
selama ini diperjuangkan. Setelah melihat dan mengkaji salindan draf RUU Cipta
Kerja, dugaan tersebut terbukti.
"Intinya pemerintah telah melakukan pembohongan massal ke publik," katanya.
Sebagaimana diketahui, duduk persoalan RUU Cipta Kerja, yakni soal ketidakpastian
adanya upah minimum pekerja, pemutusan hubungan kerja yang bisa dilakukan
sepihak tanpa hukum yang jelas, pesangon yang tidak jelas, serta tenaga kerja yang
bisa dikontrak seumur hidup.
Ketua Harian Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Muhammad Rusdi
mengatakan, kekisruhan RUU Cipta Kerja yang merupakan wujud dari kebijakan
omnibus law bersumber dari kepala negara. Rusdi menyangkan sikap presiden yang
enggan mengundang buruh dalam kebijakan tersebut.
Menurut dia, semestinya sejak awal para serikat pekerja diundang agar ada
kesamaan pandangan. "Pemerintah mau apa, buruh mau apa. Kita sama-sama
sampaikan masalahnya dan cari solusi. Selama ini tidak pernah. Kami menanyakan
Page 147 of 336.

