Page 192 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 192

Title          MENTERI ERA SBY: OMNIBUS LAW YANG DIGAGAS JOKOWI MEMINGGIRKAN BURUH
               Media Name     kumparan.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://kumparan.com/kumparanbisnis/menteri-era-sby-omnibus-law-yang-d igagas-
               Page/URL
                              jokowi-meminggirkan-buruh-1sqwkOI9l8i
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative













               Pembahasan RUU Omnibus Law saat ini sudah berada di tangan DPR, setelah
               pemerintah menyerahkan draf RUU tersebut dan Surat Presiden (Surpres) Jokowi
               pada Rabu (12/2) lalu. Menteri era Presiden SBY menilai, RUU Omnibus Law
               tersebut rawan memicu konflik, karena cenderung meminggirkan suara kaum buruh.
               Sekretaris Kabinet periode 2010-2014, Dipo Alam, mengkhawatirkan pemerintah
               gegabah melangkah dalam menyiapkan rancangan Omnibus Law Cipta Kerja yang
               sebelumnya bernama Cipta Lapangan Kerja (Cilaka). Inisiatif Pemerintah ini,
               menurut Dipo telah memancing reaksi keras kalangan buruh.

               "Sejak awal sudah kelihatan (Omnibus Law) hanya akan memunculkan gejolak di
               tengah masyarakat. Di satu sisi Pemerintah melibatkan banyak sekali pengusaha
               dalam penyusunan draf Omnibus Law tersebut, namun di sisi lain kaum buruh yang
               juga akan terdampak justru dipinggirkan," katanya dalam diskusi online yang digelar
               Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Minggu (16/2).

               Menurut Dipo, Pemerintah harus berhati-hati dalam menyusun kebijakan. Setiap
               beleid yang berpotensi memperbesar ketimpangan atau mencederai rasa keadilan
               publik, sudah seharusnya tidak dirilis.

               Hal ini, lanjutnya, hanya akan memperbesar risiko terjadinya konflik di masa
               mendatang.

               Di sisi lain, mantan Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia era 1970-an ini,
               melihat cara Pemerintah Jokowi untuk meredam konflik kian mendekati cara-cara
               Orde Baru.

               "Kita ingat, pada 1978 dulu, saat Indeks Gini (ukuran kesenjangan) Indonesia
               mencapai 0.38, yang merupakan rekor tertinggi ketimpangan ekonomi, sehingga
               meningkatkan angka ketidakpuasan dan turunnya kepercayaan terhadap
               pemerintah, yang dilakukan oleh rezim militer Orde Baru justru adalah meluncurkan
               program P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila)," ujar Dipo.

               Gaya seperti itu, dianggap Dipo berulang di Pemerintahan Jokowi. Pada 2010 lalu,
               saat angka ketimpangan mencapai rekor terbaru 0.41, yang merupakan angka




                                                      Page 191 of 336.
   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196   197