Page 190 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 190
diselenggarakan BPJAMSOSTEK meliputi perlindungan dari risiko kecelakaan kerja
bagi pekerja dimulai dari perjalanan berangkat, pulang dan di tempat bekerja serta
pada saat melaksanakan perjalanan dinas.
JKK selama ini hadir dengan manfaat lengkap, di antaranya perawatan dan
pengobatan tanpa batasan biaya sesuai kebutuhan medis, bantuan biaya
transportasi korban kecelakaan kerja, santunan pengganti upah selama tidak
bekerja, santunan kematian sebesar 48x upah, santunan cacat total hingga
maksimal sebesar 56x upah, bantuan beasiswa, hingga manfaat pendampingan dan
pelatihan untuk persiapan kembali bekerja (return to work).
Manfaat JKK di atas menjadi semakin baik lagi karena adanya perubahan
peningkatan manfaat sebagaimana diatur dalam PP 82/2019, antara lain berupa
santunan pengganti upah selama tidak bekerja, ditingkatkan nilainya menjadi
sebesar 100 persen untuk 12 bulan dari sebelumnya 6 bulan dan seterusnya sebesar
50 persen hingga sembuh.
PP 82/2019 juga meningkatkan manfaat biaya transportasi untuk mengangkut
korban yang mengalami kecelakaan kerja. Biaya transportasi angkutan darat
dinaikan dari Rp 1 juta menjadi maksimal Rp 5 juta, biaya transportasi angkutan
laut naik dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan biaya transportasi angkutan udara
dinaikan menjadi Rp 10 juta dari sebelumnya Rp 2,5 juta.
Bantuan beasiswa merupakan manfaat program JKK yang mendapatkan kenaikan
cukup signifikan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019. Sebelumnya,
bantuan beasiswa diberikan sebesar Rp 12 juta untuk satu orang anak, saat ini
menjadi maksimal sebesar Rp 174 juta untuk dua orang anak. Sehingga kenaikan
manfaat beasiswa BPJAMSOSTEK tersebut mencapai 1350 persen.
Tingkatan pemberian beasiswa kepada anak pekerja adalah sebagai berikut;
Pertama, pendidikan TK sampai dengan SD atau sederajat sebesar Rp 1,5 juta per
tahun untuk setiap orang, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 8 tahun.
Kedua, pendidikan SLTP atau sederajat sebesar Rp 2 juta per orang setiap tahun
dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 3 tahun. Ketiga, pendidikan SLTA atau
sederajat sebesar Rp 3 juta per tahun, dengan menyelesaikan pendidikan maksimal
3 tahun. Keempat, pendidikan tinggi maksimal Strata 1 atau pelatihan sebesar Rp
12 juta per tahun dengan menyelesaikan pendidikan maksimal 5 tahun.
Pengajuan klaim beasiswa dilakukan setiap tahun, dan bagi anak dari peserta yang
belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar, saat peserta
meninggal dunia atau cacat total, beasiswa akan diberikan pada saat anak
memasuki usia sekolah. Pemberian beasiswa berakhir pada saat anak peserta
mencapai usia 23 tahun, menikah atau bekerja.
Pemerintah juga menambahkan manfaat JKK dengan perawatan di rumah alias
home care melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019. Tidak tanggung-
tanggung peningkatan biaya home care dapat mencapai maksimal Rp 20 juta per
Page 189 of 336.

