Page 191 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 191

tahun untuk setiap kasus dan diberikan kepada peserta yang tidak memungkinkan
               melanjutkan pengobatan ke rumah sakit.

               Peraturan Pemerintah tersebut juga mengatur pemeriksaan diagnostik, yang
               dimaksudkan untuk pemeriksaan dalam rangka penyelesaian kasus Penyakit Akibat
               Kerja (PAK). Hal ini dilakukan untuk memastikan pengobatan dilakukan hingga
               tuntas.

               Tidak hanya program JKK, program JKM juga mengalami peningkatan manfaat yang
               cukup signifikan. Selama ini manfaat program JKM yang diterima ahli waris terdiri
               dari santunan kematian yang diberikan secara sekaligus dan berkala selama 24
               bulan, bantuan biaya pemakaman dan beasiswa untuk 1 orang anak dengan total
               manfaat sebesar Rp 24 juta. Namun, dengan disahkannya peraturan ini total
               manfaat santunan JKM meningkat sebesar 75 persen menjadi Rp 42 juta. Hal ini
               tidak terlepas dari kepedulian pemerintah untuk membantu meringankan beban
               pekerja atau keluarganya yang ditinggalkan.

               Perincian santunan kematian program JKM naik dari Rp 16,2 juta menjadi Rp 20
               juta, santunan berkala meninggal dunia dari Rp 6 juta untuk 24 bulan menjadi Rp
               12 juta, dan biaya pemakaman naik dari Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta.

               "Dalam kesempatan acara dialog hari ini selain menyerahkan kartu peserta, kita
               juga telah menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris Ibu Wakingah, salah
               satu PRT asal Wonosobo senilai Rp 42 Juta. Mudah-mudahan santunan ini dapat
               meringankan beban keluarga ahli waris Ibu Wakingah," ungkap Cotta.

               Sementara itu Ketua Dewas BPJAMSOSTEK Guntur Wicaksono, menegaskan PRT
               merupakan pekerja yang berhak mendapatkan perlindungan program Jaminan
               Sosial Ketenagakerjaan. "PRT jangan sampai didiskriminasikan atau dieksploitasi. Itu
               melanggar HAM dan melanggar Konvensi ILO," ungkap Guntur.

               Untuk itu menurut Guntur pihak majikan perlu untuk memberikan fasilitas
               kepesertaan BPJAMSOSTEK untuk PRT-nya. Menurut Guntur, dengan cara tersebut
               sebenarnya juga meringankan majikan dalam sisi perlindungan ketenagakerjaan.
               "Saya zaman dulu (sebelum hadir BPJAMSOSTEK) pernah pengalaman punya PRT
               yang pendarahan (kecelakaan kerja) dibawa ke rumah sakit biayanya sampai Rp10
               juta," paparnya.

               Kini setelah hadir BPJAMSOSTEK, PRT bisa didaftarkan peserta program jaminan
               sosial ketenagakerjaan. Dengan begitu maka seluruh risiko pekerjaan PRT akan
               ditanggung oleh negara melalui BPJAMSOSTEK. Menurut Guntur, Jaminan
               Kecelakaan Kerja BPJAMSOSTEK memberikan penjaminan tanpa batas biaya atau
               unlimited.(mdo/dni)









                                                      Page 190 of 336.
   186   187   188   189   190   191   192   193   194   195   196