Page 87 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 87

Title          OMNIBUS LAW RUU CIPTA KERJA HAPUSKAN PESANGON DAN PICU KELANGKAAN
                              KARYAWAN TETAP
               Media Name     pikiran-rakyat.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
               Page/URL       https://bekasi.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr-12340787/omnibus-law-ruu- cipta-kerja-
                              hapuskan-pesangon-dan-picu-kelangkaan-karyawan-tetap
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative










               Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan,
               Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menghilangkan
               pesangon untuk buruh.

               "Dalam draf RUU Cipta Kerja terdapat penghapusan pasal 59 UU 13 tahun 2003,
               yakni mengenai perjanjian kerja untuk waktu tertentu. Dengan demikian, kerja
               kontrak bisa diterapkan di semua jenis pekerjaan," katanya dalam konferensi pers di
               Jakarta seperti disiarkan Antara, Minggu 16 Februari 2020.

               Ia mengemukakan, dalam draf RUU tersebut disebutkan bahwa tidak ada batasan
               waktu sehingga kontrak kerja bisa diterapkan seumur hidup. Dengan kata lain,
               status pekerja tetap akan semakin langka.

               "Karena statusnya kontrak kerja, bisa dengan mudah dilakukan pemutusan
               hubungan kerja (PHK) dengan alasan habis kontrak dan kemungkinan tidak ada lagi
               pesangon karena pesangon hanya untuk pekerja tetap," kata Said Iqbal.

               Selain itu, kata Said Iqbal, pengusaha dapat dengan mudah melakukan Pemutusan
               Hubungan Kerja dengan alasan selesainya suatu pekerjaan.

               "Akibatnya, pengusaha bisa gampang melakukan PHK dengan atau efisiensi karena
               order atau pekerjaannya sudah habis. Semenatra pekerja kontrak yang di-PHK
               karena selesainya suatu pekerjaan padahal masa kontraknya belum berakhir, tidak
               lagi mendapatkan hak sesuai sisa kontraknya. Mereka hanya mendapatkan
               kompensasi," katanya.

               Ia menegaskan, kompensasi hanya diberikan kepada pekerja yang memiliki masa
               kerja paling sedikit setahun.

               Hal itu, kata Said Iqbal, akan mendorong perusahaan mempekerjakan buruh kurang
               dari setahun.

               "Pilihan enam hari kerja dan tujuh hari kerja dihapus sehingga memungkinkan
               pengusaha mengatur jam kerja secara fleksibel," kata anggota tim perumus UU
               Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dan Undang-Undang No 2 Tahun



                                                       Page 86 of 336.
   82   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92