Page 82 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 82

Title          BP JAMSOSTEK DKI JAKARTA DAN JALA PRT LAKUKAN SOSIALISASI
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/290403-bp-jamsostek-dki-jakarta -dan-jala-prt-
               Page/URL
                              lakukan-sosialisasi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               DALAM rangka memperingati Hari Pekerja Rumah Tangga Nasional yang jatuh pada
               15 Februari 2020, BP Jamsostek bersama Jaringan Nasional Advokasi Pekerja
               Rumah Tangga (Jala PRT) mengadakan acara Dialog Sosial Kepesertaan PRT dalam
               Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Wisma PKBI,
               Jakarta, Minggu (16/2).

               Setelah selesai acara dialog, Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJS
               Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek, Guntur Witjaksono mengatakan bahwa PRT
               adalah pekerja yang tidak boleh didiskriminasikan dan dieksploitasi serta tidak boleh
               diperlakukan yang melanggar hak asasi manusia (HAM) dan bertentangan Konvensi
               ILO (Organisasi Buruh Internasional).

               "Untuk melindungi PRT, salah satunya adalah bentuk BP Jamsostek hadir di situ dan
               mengajak PRT menjadi peserta. Sekarang baru sekitar 700 PRT yang menjadi
               peserta program BP Jamsostek. Tetapi potensi sebenarnya masih banyak," jelas
               Guntur.

               Ia menjelaskan di sektor informal di Indonesia, jumlah pekerjanya paling besar.
               "Namun yang perlu dilihat memang mereka yang wajib ikut BP Jamsostek adalah
               mereka dalam hubungan kerja," ujarnya.

               "Namanya PRT itu mereka bisa saja tidak ada hubungan kerja antara PRT dan
               majikannya. Misalnya, keponakan dan orang memiliki hubungan saudara kendati
               begitu jika mereka ingin ikut menjadi peserta BP Jamsostek juga tidak masalah
               tetapi PRT tersebut tidaklah diharuskan," paparnya.

               Guntur mengisahkan pembantunya atau PRT-nya mengalami pendarahan. "Saat itu,
               belum ada program BP Jamsostek untuk PRT, pembantu saya membutuhkan biaya
               perawatan rumah sakit Rp10 juta. Saya juga harus memberi pertolongan dan
               membiayai perawatnya." "Jika sudah menjadi peserta BP Jamsostek seperti
               sekarang, semua PRT akan terlindungi dan majikan tidak perlu lagi mengeluarkan
               biaya untuk memberi pertolongan. Ini sebenernya win-win solution bagi PRt dan
               majikan," tutur Guntur.

               Sementara itu, Deputi Direktur Wilayah BP Jamsostek DKI Jakarta, Cotta Sembiring
               menjelaskan acara dialog yang diinisiasi JalaA PRT ini sebagai sarana sosialisasi dan




                                                       Page 81 of 336.
   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86   87