Page 78 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 78
Title KRITIK PROSES PEMBUATAN OMNIBUS LAW, KETUA KASBI: INI SANGAT MISTERIUS
Media Name tribunnews.com
Pub. Date 16 Februari 2020
https://www.tribunnews.com/nasional/2020/02/16/kritik-proses-pembuatan -omnibus-
Page/URL
law-ketua-kasbi-ini-sangat-misterius
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
KRITIK PROSES PEMBUATAN OMNIBUS LAW, KETUA KASBI: INI SANGAT
MISTERIUS
Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) , Nining Elitos
menyampaikan kritikannya soal proses pembuatan omnibus law.
Sebagai satu diantara ketua serikat buruh, Nining mengaku tidak setuju dengan
adanya Rancangan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja.
Sebab proses pembuatan omnibus law ini terkesan misterius.
Bahkan Nining mengaku, buruh tidak dilibatkan dalam proses tersebut.
Pernyataan ini ia sampaikan dalam program Rosi yang Tribunnews lansir dari
YouTube Kompas tv , Minggu (16/2/2020).
"Pertama kami menyampaikan memang omnibus law inikan metode yang kemudian
akan melahirkan beberapa rancangan undang-undang," ujarnya.
"Seperti rancangan undang-undang Cilaka (Cipta Lapangan Kerja), perpajakan,
UKM, dan perpindahan ibu kota negara," jelasnya "Tapi pertama kami melihat ini
(pembuatan omnibuslaw) sangat misterius," tegasnya.
Nining menuturkan dalam pembuatan omnibus law ini buruh tidak diajak untuk
berbicara.
Lebih lanjut, ia menyinggung soal kebiasaan pemerintah saat ini yang baru
melibatkan rakyatnya ketika kebijakan tersebut sudah hampir selesai dibuat.
"Pertama proses dalam pembuatan melahirkan regulasi sebenarnya ada prosedural
yang dilakukan oleh pemerintah," kata Nining.
"Persoalannya pemerintah hari ini adalah seringkali melahirkan kebijakan baik dalam
peraturan pemerintah maupun undang-undang, ketika mendekati gol kami baru
diajak bicara,' jelasnya.
"Dan sejak dari awal tidak ada pelibatan," tegasnya.
Senada dengan Nining, Presiden Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI),
Saeful Tavip merasa dalam proses penyusunan omnibus law seperti berada di
ruang-ruang gelap.
Page 77 of 336.

