Page 76 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 76
Title RUU OMNIBUS LAW CIPTA KERJA: JAM LEMBUR BURUH DIPERPANJANG JADI 4 JAM SEHARI
Media Name merdeka.com
Pub. Date 16 Februari 2020
https://www.merdeka.com/uang/ruu-omnibus-law-cipta-kerja-jam-lembur-bu ruh-
Page/URL
diperpanjang-jadi-4-jam-sehari.html
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Pemerintah telah mengubah beberapa ketentuan soal ketenagakerjaan melalui
Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja. Upaya ini dilakukan
untuk menarik investasi dalam negeri.
Dalam draf Omnibus Law Cipta Kerja Bab IV mengenai ketenagakerjaan, ada
beberapa hal yang menarik. Salah satunya adalah mengenai jam lembur buruh yang
terbilang jauh lebih lama.
Dalam pasal 78 nomor 1 poin b dituliskan, waktu kerja lembur hanya dapat
dilakukan paling banyak 4 jam dalam 1 hari dan 18 jam dalam 1 minggu. Kondisi ini
justru berbeda jika mengarah kepada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003
Tentang Ketenagakerjaan. Sebab dalam UU ini pemerintah sebelumnya hanya
memberikan jatah lembur lebih rendah.
Di mana dalam pasal 78 Nomor 1 poin b disebutkan, waktu kerja lembur hanya
dapat dilakukan paling banyak 3 jam dalam 1 hari dan 14 jam dalam 1 minggu.
Rincian Bunyi Pasal
Berikut bunyi pasal 78 dalam Omnibus Law Cipta Kerja yang terdiri dalam 4 poin:
1. Pengusaha yang mempekerjakan pekerja atau buruh melebihi waktu kerja
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat 2 harus memenuhi syarat:
a. Ada persetujuan pekerja atau buruh yang bersangkutan.
b. Waktu kerja lembur hanya dapat dilakukan paling banyak 4 jam dalam 1 hari dan
18 jam dalam 1 minggu.
2. Pengusaha yang mempekerjakan pekerja atau buruh melebihi waktu kerja
sebagaimana dimaksud pada ayat 1 wajib membayar upah kerja lembur.
3. Ketentuan waktu kerja lembur sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf b tidak
berlaku bagi pekerjaan atau sektor usaha tertentu.
4. Ketentuan lebih lanjut mengenai waktu kerja lembur dan upah kerja diatur
dengan peraturan pemerintah.
Page 75 of 336.

