Page 84 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 84

Title          4 KONTROVERSI OMNIBUS LAW YANG DIANGGAP MERUGIKAN BURUH
               Media Name     harianjogja.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://news.harianjogja.com/read/2020/02/16/500/1031927/4-kontroversi -omnibus-
               Page/URL
                              law-yang-dianggap-merugikan-buruh
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               JAKARTA --Protes terhadap Omnibus Law hingga kini terus bergulir.

               Omnibus Law tuai polemik. Terdapat sejumlah aturan kontroversial yang dianggap
               merugikan pekerja.

               Berikut aturan kontroversial Omnibus Law yang dianggap merugikan pekerja! 1.
               Pasal 89 nomor 20 terkait pengusaha dapat memberlakukan waktu kerja yang
               melebihi ketentuan atau lembur Dalam poin ini menyebutkan bahwa pengusaha
               dapat memberlakukan waktu kerja yang melebihi ketentuan untuk jenis pekerjaan
               atau sektor usaha tertentu.

               Ketentuan lebih lanjut mengenai jenis pekerjaan atau sektor usaha tertentu serta
               skema periode kerja diatur dengan Peraturan Pemerintah.

               2. Pasal 89 nomor 22 tentang waktu istirahat dan cuti, serta hari kerja Pasal 89
               nomor 22 terkait ketentuan Pasal 79 diubah sehingga isinya pengusaha wajib
               memberi waktu istirahat kepada pekerja meliputi istirahat antara jam kerja paling
               sedikit setengah jam setelah bekerja selama empat jam terus menerus dan waktu
               istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja.

               Lalu terdapat pula poin pengusaha wajib memberikan waktu istirahat mingguan satu
               hari untuk enam hari kerja dalam satu minggu.

               3. Pasal 89 nomor 24 terkait upah Di dalamnya terdapat aturan Gubernur
               menetapkan upah minimum sebagai jaring pengaman.

               Aturan tersebut tidak berlaku untuk industri kecil dan industri padat karya.

               Lalu di nomor 30 menyebutkan pengusaha melakukan peninjauan upah secara
               berkala dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan produktivitas.

               4. Pasal 42 terkait tenaga kerja asing Di dalamnya terdapat aturan tenaga kerja
               asing dapat dipekerjakan di Indonesia hanya dalam hubungan kerja untuk jabatan
               tertentu dan waktu tertentu serta memiliki kompetensi sesuai dengan jabatan yang
               akan diduduki.

               Disebutkan, tenaga kerja asing bisa menduduki jabatan kecuali jabatan yang



                                                       Page 83 of 336.
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89