Page 89 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 89

Title          RUU CIPTA KERJA HARUS BUKA LAPANGAN KERJA
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/20/02/16/q5scs1380-ru u-cipta-
               Page/URL
                              kerja-harus-buka-lapangan-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive






               JAKARTA -- Wakil Ketua DPR RI Rachmad Gobel mengatakan, pembuatan Omnibus
               Law RUU Cipta Kerja harus bermuara pada pembukaan lapangan kerja yang lebih
               luas untuk masyarakat Indonesia. Maka itu, DPR tidak bisa memenuhi permintaan
               kelompok tertentu dalam mewujudkan hal tersebut.

               "Ini harus dipikirkan. Ini tidak berbicara kelompok, secara total dan menyeluruh.
               Bahwa masih banyak sekian juta orang yang belum memiliki lapangan kerja harus
               kita pikirkan," kata Rachmad saat dihubungi Republika, Ahad (16/2).

               Rachmad mengakui, dalam prosesnya muncul resistensi dan protes dari para serikat
               pekerja yang khawatir hak-haknya akan berkurang. Namun, ia meyakini, pemerintah
               tidak bermaksud untuk mengurangi hak-hak dari para buruh.

               "Kita tidak bisa bicara soal serikat pekerja saja. Tuntutan itu hal yang wajar, tapi
               tidak bisa 100 persen. Kita harus melihat yang lain, yakni mereka yang
               membutuhkan lapangan kerja dan memberi kesempatan kerja pada mereka. Ini
               harus kita bangun," ujar dia.

               Rachmad mengklaim, yang menjadi tujuan pemerintah adalah untuk memudahkan
               investasi yang bermuara pada lebih banyaknya lapangan pekerjaan untuk
               masyarakat. "Kita harus meng-create (lapangan kerja), untuk tujuan itu
               membutuhkan investasi," ujar Rachmad.

               Menurut Rachmad, selama ini negara sulit memaksimalkan potensi karena macetnya
               investasi. Macetnya investasi itu, kata Rachmad karena undang - undang di
               Indonesia tumpang tindih dan kurang memfasilitasi investasi. Maka Omnibus Law
               diciptakan untuk membuka investasi yang diklaim dapat membuka lapangan kerja
               lebih banyak.

               "Saya kira semangatnya Omnibus Law seperti itu. Kita tau apa yang dilakukan
               pemerintah kan banyak yang tidak berhasil, banyak paket kebijakan karena semua
               kembali pada undang-undang," ujar dia.

               Sebelumnya, DPR secara resmi telah menerima surat presiden (surpres) beserta
               draf rancangan undang-undang (RUU) Omnibus Law, Rabu (12/2). Ketua DPR Puan
               Maharani menerima langsung draf RUU Omnibus Law dari Menteri Koordinator
               (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto.





                                                       Page 88 of 336.
   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93   94