Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 FEBRUARI 2020
P. 91

Title          SAID IQBAL : OMNIBUS LAW RUU CIPTA KERJA HILANGKAN PESANGON
               Media Name     antaranews.com
               Pub. Date      16 Februari 2020
                              https://www.antaranews.com/berita/1300166/said-iqbal-omnibus-law-ruu-c ipta-kerja-
               Page/URL
                              hilangkan-pesangon
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative









               Dalam draf RUU Cipta Kerja menghapus pasal 59 UU 13 tahun 2003, yakni
               mengenai perjanjian kerja untuk waktu tertentu. Dengan demikian kerja kontrak
               bisa diterapkan di semua jenis pekerjaan Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat
               Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan Omnibus Law Rancangan Undang-
               undang (RUU) Cipta Kerja menghilangkan pesangon untuk para pekerja.

               "Dalam draf RUU Cipta Kerja menghapus pasal 59 UU 13 tahun 2003, yakni
               mengenai perjanjian kerja untuk waktu tertentu. Dengan demikian kerja kontrak
               bisa diterapkan di semua jenis pekerjaan," katanya dalam konferensi pers di
               Jakarta, Minggu.

               Ia mengemukakan bahwa dalam draf RUU tersebut juga disebutkan tidak ada
               batasan waktu sehingga kontrak kerja bisa dilakukan seumur hidup sehingga
               pekerja tetap akan semakin langka.

               "Karena statusnya kontrak kerja, bisa dengan mudah dilakukan pemutusan
               hubungan kerja (PHK) dengan alasan habis kontrak dan kemungkinan tidak ada lagi
               pesangon, karena pesangon hanya untuk pekerja tetap," kata Said Iqbal, yang juga
               salah satu pengurus pusat Organisasi Buruh Internasional (ILO) di bawah naungan
               Perserikatan Bangsa-Bangsa, (ILO Governing Body-United Nation) itu.

               Selain itu, kata dia, pengusaha dengan mudah melakukan Pemutusan Hubungan
               Kerja (PHK) dengan alasan selesainya suatu pekerjaan.

               "Akibatnya, pengusaha bisa gampang melakukan PHK dengan atau efisiensi karena
               order atau pekerjaannya sudah habis. Sedangkan bagi pekerja kontrak yang di PHK
               karena selesainya suatu pekerjaan, padahal masa kontraknya belum berakhir, tidak
               lagi mendapatkan hak sesuai dengan sisa kontraknya. Tetapi hanya mendapatkan
               kompensasi," katanya.

               Ia menegaskan bahwa kompensasi hanya diberikan kepada pekerja yang memiliki
               masa kerja paling sedikit satu tahun. Hal itu, kata Iqbal, akan mendorong
               perusahaan untuk mempekerjakan pekerja kontrak kurang dari satu tahun.

               "Pilihan enam hari kerja dan tujuh hari kerja dihapus, sehingga memungkinkan
               pengusaha untuk mengatur jam kerja secara fleksibel," kata anggota tim perumus




                                                       Page 90 of 336.
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96