Page 965 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 965

TERUNGKAP! INI PEMBICARAAN JOKOWI DAN PIMPINAN BURUH, SAAT DPR
              BAHAS CIPTA KERJA
              Create Story   Terungkap! Ini Pembicaraan Jokowi dan Pimpinan Buruh, Saat DPR Bahas Cipta
              Kerja  kumparanBISNIS  Konten Redaksi kumparan  Pimpinan dua serikat  buruh  menemui
              Presiden Jokowi pada Senin (5/10), atau pada saat yang sama ketika DPR sedang mengesahkan
              RUU Cipta Kerja  menjadi undang-undang di sidang paripurna. Pimpinan dua serikat buruh itu
              adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena  Wea
              dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal.

              Andi  yang  berjanji  memberi  keterangan  kepada  wartawan  seusai  pertemuan  itu,  langsung
              meninggalkan  komplek  Istana  Kepresidenan.  Demikian  juga  dengan  Said  Iqbal.  Sebelumnya
              beredar kabar, mereka akan ditawari jabatan wakil menteri oleh  Jokowi  .

              Dikonfirmasi  kumparan  soal hal itu, Andi membantah. Dia memaparkan sejumlah poin, yang
              menurutnya menjadi agenda pembicaraan saat  bertemu  Presiden Jokowi kemarin. Menurutnya,
              pertemuan itu murni membahas penolakan UU Cipta Kerja.

              "Kami sampaikan penolakan kami, pasal mana saja yang kami tolak dan alasannya. Kami jelaskan
              dengan bapak presiden," kata Andi kepada  kumparan  , Selasa (6/10).

              Dalam kesempatan tersebut, Andi juga meminta Jokowi untuk menunda pengesahan  UU Cipta
              Kerja  . Namun menurutnya, saat itu proses sudah berada di tangan legislatif.

              "Jadi itu yang kami sampaikan. Kan bola sudah di tangan DPR, jadi cukup sulit juga. Tapi intinya
              kami tetap menolak itu disahkan sampai detik-detik terakhir," jelasnya.

              Andi juga membantah adanya tawaran untuk mengisi wakil menteri (wamen) Jokowi. Menurut
              dia, hal itu sama sekali tak ada dalam pembicaraan saat bertemu dengan presiden kemarin.
              "Isu  enggak  masuk  akal  ketika  dikaitkan  dua  wamen.  Dari  awal  pembentukan  kabinet,  saya
              sudah diminta jadi wamen, tapi saya menolak. Kemarin enggak ada (pembahasan soal wamen),"
              tegasnya.

              Menurut  Andi,  jabatannya  saat  ini  sebagai  perwakilan  buruh  dan  Presiden  Komisaris  PT
              Pembangunan Perumahan (PP) masih banyak yang mesti  diselesaikan  .

              "Karena  saya  ini  sekarang  sebagai  Presiden  Komisaris  BUMN  juga  banyak  yang  harus  saya
              selesaikan.  Saya  enggak  menyesal  menolak,  karena  jabatan  yang  saya  sandang  tidak  akan
              mempengaruhi independensi saya terhadap keberpihakan dengan  buruh  ," tambahnya.

              Sementara  itu  Presiden  KSPI  Said  Iqbal,  tak  merespons  pertanyaan  kumparan  lewat  pesan
              singkat maupun panggilan telepon. Demikian juga dengan Ketua Departemen Komunikasi dan
              Media KSPI, Kahar S. Cahyono, yang biasanya merespons komunikasi dengan media.

              Sebelumnya, Presiden Joko Widodo berencana untuk kembali mengangkat dua wakil menteri
              (wamen) di dua kementerian. Satu di Kementerian Ketenagakerjaan dan satu lagi di Kementerian
              Koperasi  dan  UKM.  Dengan  begitu,  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  dan
              Menteri  Koperasi  dan  UKM  (Menkop  UKM)  Teten  Masduki  bakal  memiliki  Wamen  untuk
              membantu kerja mereka di pemerintahan.

              Untuk  penetapan  jabatan  Wamen  Ketenagakerjaan,  diputuskan  Jokowi  dalam  Peraturan
              Presiden Nomor 95 Tahun 2020 tentang Kementerian Ketenagakerjaan. Dalam Perpres yang
              diteken Jokowi pada 23 September 2020, disebutkan pada Bab I Pasal I ayat (1), Kementerian
              Ketenagakerjaan  berada  di  bawah  dan  bertanggung  jawab  kepada  Presiden.  Ayat  (2),
              Kementerian Ketenagakerjaan dipimpin oleh Menteri.

                                                           964
   960   961   962   963   964   965   966   967   968   969   970