Page 967 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 967
Judul Investor Global Beri Peringatan Tegas pada Indonesia Terkait Bahaya
UU Cipta Kerja
Nama Media pikiran-rakyat.com
Newstrend Omnibus Law
Halaman/URL https://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/pr-01804491/investor-global-
beri-peringatan-tegas-pada-indonesia-terkait-bahaya-uu-cipta-kerja
Jurnalis Rahmi Nurfajriani
Tanggal 2020-10-06 11:30:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Dirjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
negative - Peter van der Werf (spesialis keterlibatan senior di Robeco) Meskipun kami menyadari
perlunya reformasi hukum bisnis di Indonesia , kami memiliki keprihatinan tentang dampak
negatif dari langkah-langkah perlindungan lingkungan tertentu yang dipengaruhi oleh Omnibus
Law Cipta Kerja
negative - None (None) Mereka berisiko melanggar standar praktik terbaik internasional yang
dimaksudkan untuk mencegah konsekuensi berbahaya yang tidak diinginkan dari kegiatan bisnis
yang dapat menghalangi investor dari pasar Indonesia
Ringkasan
RUU Cipta Kerja telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat ( pada 5 Oktober 2020. Namun,
disahkannya UU Cipta Kerja justru memicu penolakan besar pada masyarakat, terutama bagi
pekerja buruh. Tak hanya para pekerja buruh saja, pengesahan RUU Cipta Kerja juga mendapat
sorotan serius dari para investor asing .
INVESTOR GLOBAL BERI PERINGATAN TEGAS PADA INDONESIA TERKAIT BAHAYA
UU CIPTA KERJA
RUU Cipta Kerja telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat ( pada 5 Oktober 2020. Namun,
disahkannya UU Cipta Kerja justru memicu penolakan besar pada masyarakat, terutama bagi
pekerja buruh. Tak hanya para pekerja buruh saja, pengesahan RUU Cipta Kerja juga mendapat
sorotan serius dari para investor asing .
Investor global yang mengelola aset senilai 4.1 triliun dolar, atau setara dengan Rp60.335 triliun
memberikan peringatan terhadap Indonesia . Mereka memberi peringatan bahwa RUU
pencipataan lapangan kerja yang disahkan oleh parlemen pada Senin 5 Oktober dapat
menimbulkan risiko baru bagi hutan tropis di Tanah Air.
966

