Page 972 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 972
BURUH ANCAM MOGOK NASIONAL, MENAKER IDA FAUZIYAH: MARI DIALOG
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menulis surat terbuka kepada serikat pekerja dan buruh
terkait rencana aksi mogok nasional yang akan dilakukan para buruh usai Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR) mengesahkan RUU Cipta Kerja menjadi Undang-Undang.
Ida meminta para buruh untuk mempertimbangkan ulang rencana tersebut dan berbicara di
meja dialog.
"Kepada teman-teman serikat pekerja/serikat buruh, sejak awal 2020 kita telah mulai berdialog
tentang RUU Cipta Kerja, baik secara formal melalui lembaga Tripartit, maupun secara informal.
Aspirasi kalian sudah kami dengar, sudah kami pahami. Sedapat mungkin aspirasi ini kami
sertakan menjadi bagian dari RUU ini. Pada saat yang sama kami juga menerima aspirasi dari
berbagai kalangan," tulis Menaker Ida dalam surat terbuka yang diterima dari Kementerian
Ketenagakerjaan di Jakarta pada Senin malam.
Dalam surat terbuka yang diberi judul "Hati Saya Bersama Mereka yang Bekerja dan yang Masih
Menganggur" itu, Menaker mengaku sudah berupaya mencari titik keseimbangan antara
melindungi yang telah bekerja dan memberi kesempatan kerja pada jutaan orang yang masih
menganggur, yang tak punya penghasilan dan kebanggaan.
Ia mengakui hal itu tidak mudah memang, tapi pihaknya sudah memperjuangkan dengan sebaik-
baiknya. Ida juga memahami banyak di antara serikat pekerja dan buruh yang kecewa dan masih
belum puas. "Saya menerima dan mengerti. Ingatlah, hati saya bersama kalian dan bersama
mereka yang masih menganggur," ujar Ida.
Terkait rencana mogok nasional, Ida meminta agar para serikat untuk memikirkan kembali hal
tersebut karena situasi jelas tidak memungkinkan untuk turun ke jalan dan berkumpul. Pandemi
COVID-19 masih tinggi dan masih belum ada vaksinnya.
"Pertimbangkan ulang rencana mogok itu. outsourcing , syarat PHK, itu semua masih mengacu
pada UU lama. Soal upah juga masih mengakomodir adanya UMK. Jika teman-teman ingin 100
persen diakomodir, itu tidak mungkin. Namun bacalah hasilnya. Akan terlihat bahwa
keberpihakan kami terang benderang," kata dia.
Menaker Ida mengatakan, karena banyak permintaan yang telah diakomodir maka menurut dia
mogok sudah tidak relevan. Ia meminta agar serikat pekerja dan buruh untuk tidak mengambil
risiko yang dapat membahayakan nyawa pekerja dan keluarga mereka.
Ida mengajak para anggota serikat pekerja dan buruh untuk kembali duduk bersama dengan
semangat melindungi yang masih bekerja dan kini sedang menganggur.
"Saya dengan antusias menunggu kehadiran teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan. Saya
percaya kita selalu bisa menemukan jalan tengah yang saling menenangkan. Kita sedang
berupaya menyalakan lilin dan bukan menyalahkan kegelapan," tegasnya.
Sebelumnya, 32 federasi dan konfederasi serikat buruh seperti KSPI, KSPSI AGN, beberapa yang
tergabung dalam KSPSI pimpinan Yorrys seperti SP LEM dan aliansi serikat pekerja seperti
GEKANAS (Gerakan Kesejahteraan Nasional) mengatakan akan melakukan aksi serempak mogok
nasional pada 6-8 Oktober 2020.
Mereka menentang pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang telah disetujui DPR menjadi
udang-undang.
"Mogok nasional ini dilakukan sesuai dengan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan
Menyampaikan Pendapat di Muka Umum dan UU No. 21 Tahun 2000 khususnya Pasal 4 yang
971

