Page 976 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 976

Presiden  Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)  Said Iqbal  mengirimkan video dan foto
              terkait mogok nasional di beberapa pabrik wilayah  Tangerang  dan Bekasi.
              "Contoh kecil aksi mogok nasional hari ini, 6 Oktober di PT Jembo Cable Tangerang, PT Kyosha
              Bekasi,  PT  Daelim  Bekasi,  Ati  Pasuruan,  Alexindo  Pondok  Ungu,"  kata  Said  kepada  Tribun,
              Jakarta, Selasa (6/10/2020).

              Aksi mogok nasional dilakukan selama tiga hari, mulai hari ini hingga Kamis (8/10/2020).

              Said mengklaim, 2 juta buruh dari berbagai wilayah telah sepakat untuk melaksanakan mogok
              nasional di kawasan tempat kerja masing-masing.

              Adapun permintaan buruh terhadap  UU Cipta Kerja  yaitu tetap ada UMK tanpa syarat dan UMSK
              jangan hilang, nilai pesangon tidak berkurang, tidak boleh ada PKWT atau karyawan kontrak
              seumur hidup.
              Selanjutnya, tidak boleh ada outsourcing seumur hidup, waktu kerja tidak boleh eksploitatif, cuti
              dan hak upah atas cuti tidak boleh hilang, karyawan kontrak dan outsourcing harus mendapat
              jaminan kesehatan dan pensiun.

              Sementara itu, terkait dengan PHK, sanksi pidana kepada pengusaha, dan TKA harus tetap sesuai
              dengan isi UU No 13 Tahun 2003.

              Hoaks  Pembatalan  Mogok  Nasional    Sebagai  bentuk  penolakan  Undang-Undang  Cipta  Kerja,
              Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)  menegaskan aksi mogok nasional selama tiga hari
              tetap berjalan.

              Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI, Kahar S. Cahyono mengatakan, sejak semalam
              beredar surat KSPI terkait dengan pembatalan aksi mogok nasional yang dilakukan pada 6, 7, 8
              Oktober 2020.

              "Kami sampaikan, bahwa surat tersebut adalah hoaks, tidak benar. Sikap KSPI tidak berubah,
              tetap melakukan mogok nasional, sebagai bentuk protes terhadap disahkannya omnibus law
              Cipta Kerja," ujar Kahar saat dihubungi Tribun, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

              Menurutnya,  KSPI  mengecek  pihak-pihak  yang  telah  memalsukan  surat  KSPI,  karena  hal  ini
              merupakan upaya melemahkan aksi penolakan omnibus law.
              "Kami  juga  mengimbau  kepada  buruh  Indonesia  dan  elemen  masyarakat  yang  lain  untuk
              mengabaikan surat tersebut," ucap Kahar.

              Sebelumnya beredar surat KSPI yang mengintruksikan pembatalan mogok nasional.

              Surat tersebut ditandatangani Presiden KSIP Said Iqba dan Sekretaris Jenderal KSPI Ramidi,
              pada Senin (5/6/2020).
              Aksi mogok nasional diklaim KSPI akan diikuti 2 juta buruh di seluruh Indonesia selama tiga hari,
              dimulai pada hari ini.

              Dalam aksi mogok nasional, buruh menyuarakan tolak omnibus law  UU Cipta Kerja  , antara lain
              tetap ada UMK tanpa syarat dan UMSK jangan hilang, nilai pesangon tidak berkurang, tidak boleh
              ada PKWT atau karyawan kontrak seumur hidup.

              Selanjutnya, tidak boleh ada outsourcing seumur hidup, waktu kerja tidak boleh eksploitatif, cuti
              dan hak upah atas cuti tidak boleh hilang, karyawan kontrak dan outsourcing harus mendapat
              jaminan kesehatan dan pensiun.


                                                           975
   971   972   973   974   975   976   977   978   979   980   981