Page 979 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 OKTOBER 2020
P. 979

Padahal sebelumnya, outsourcing dibatasi hanya untuk 5 jenis pekerjaan. Menurut  Said Iqbal  ,
              karyawan kontrak dan outsourcing seumur hidup menjadi masalah serius bagi buruh.
              "Sekarang saja jumlah karyawan kontrak dan outsourcing berkisar 70 % sampai 80 % dari total
              buruh yang bekerja di sektor formal.

              Dengan disahkannya omnibus law, apakah mau dibikin 5% hingga 15% saja jumlah karyawan
              tetap? No job security untuk buruh Indonesia, apa ini tujuan investasi?," tegas  Said Iqbal  .

              Said Iqbal mempertanyakan, siapa nantinya yang akan membayar Jaminan Kehilangan Pekerjaan
              (JKP) untuk karyawan kontrak dan outsourcing.

              5. Cuti Haid dan Melahirkan Hilang  Para buruh menolak jam kerja yang eksploitatif. Keenam,
              menolak hak cuti hilang dan hak upah atas cuti hilang.

              Dia menjelaskan, cuti haid dan melahirkan bagi pekerja perempuan hilang, karena hak upahnya
              atas cuti tersebut hilang.

              6. Hak Cuti Panjang Dihilangkan  Kemudian cuti panjang dan hak cuti panjang juga disampaikan
              hilang. "Yang hilang saat cuti haid dan hamil, upah buruhnya tidak dibayar, no work no pay."
              "Akibatnya buruh perempuan tidak akan mengambil hak cuti haid dan hamilnya karena takut
              dipotong upahnya pada saat mengambil cuti tersebut. Dengan kata lain, otomatis peraturan baru
              di Omnibus law tentang cuti haid dan hamil hilang," imbuhnya.

              Aturan tersebut dinilai bertentangan dengan konvensi International Labour Organization (ILO)
              yang mengatur bahwa buruh yang mengambil hak cuti maka harus dibayarkan upahnya.

              "Dalam peraturan yang lama di UU No 13/2003 dikatakan buruh yang menggunakan cuti haid,
              hamil, dan cuti lainnya dibayar upahnya," kata  Said Iqbal  .

              7.  Status  Outsourcing  Seumur  Hidup    Alasan  buruh  menolak  RUU  Cipta  Kerja  ialah  Karena
              karyawan kontrak dan outsourcing seumur hidup, maka jaminan pensiun dan kesehatan bagi
              mereka hilang.

              "Dari tujuh isu hasil kesepakatan tersebut, buruh menolak keras. Karena itulah, sebanyak 2 juta
              buruh  sudah  terkonfirmasi  akan  melakukan  mogok  nasional  yang  berlokasi  di  lingkungan
              perusahaan masing-masing," tegas  Said Iqbal  .
              32 Federasi Serikat Buruh Menolak  KSPI dan buruh indonesia beserta 32 Federasi serikat buruh
              lainnya menyatakan Menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

              Mereka akan menggelar aksi Mogok Nasional pada tanggal 6-8 Oktober 2020 sesuai mekanisme
              UU No 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum dengan
              Tolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

              Said Iqbal menambahkan, dasar hukum lainnya untuk mogok nasional ini adalah UU no 21/2000
              utamanya pada pasal 4.

              Selain itu juga dipakai UU tentang HAM dan UU tentang hak sipil dan politik masyarakat. Mogok
              Nasional nanti diklaim akan diikuti sekitar 2 juta buruh.
              Bahkan diungkap  Said Iqbal  , rencananya diikuti 5 juta buruh di 25 provinsi dan hampir 10.000
              perusahaan  dari  berbagai  sektor  industri  di  seluruh  indonesia,  seperti  industri  kimia,  energi,
              tekstil, sepatu, otomotip, baja, elektronik, farmasi, dan lainnya.





                                                           978
   974   975   976   977   978   979   980   981   982   983   984