Page 228 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 228
teknologi hanya alat, butuh orang yang tepat untuk mengoperasikan, serta kebijakan yang tepat.
Untuk itu kami memberikan apresiasi kepada Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan
seluruh tim Kemenko Perekonomian
positive - Edy Priyono (Tenaga Ahli Utama Deputi Perekonomian Kantor Staf Presiden) Namun
harus diingat, jangan semua dibebankan pada Kartu Prakerja. Program ini bukan menggantikan
sisi pendidikan formal. Pelatihan dalam Program Kartu Prakerja adalah pelengkap pendidikan
formal serta pelatihan-pelatihan lain yang sudah ada
Ringkasan
Program Kartu Prakerja dianggap mampu meningkatkan setidaknya empat manfaat bagi
penerimanya, yakni dari sisi kebekerjaan, pelatihan dan kompetensi, ketahanan pangan dan
layanan keuangan. Program ini juga dinilain mampu mendorong penerima manfaat untuk tidak
mengambil pinjaman guna menutupi kebutuhan sehari-hari.
PENELITI: KARTU PRAKERJA TINGKATKAN KOMPETENSI
Program Kartu Prakerja dianggap mampu meningkatkan setidaknya empat manfaat bagi
penerimanya, yakni dari sisi kebekerjaan, pelatihan dan kompetensi, ketahanan pangan dan
layanan keuangan. Program ini juga dinilain mampu mendorong penerima manfaat untuk tidak
mengambil pinjaman guna menutupi kebutuhan sehari-hari.
Seperti yang dituangkan pada hasil studi "Impact Evaluation of Kartu Prakerja" oleh Vivi Alatas
(Asakreativita), Rema Hanna (Harvard Kennedy School), Achmad Maulana (Prospera), Benjamin
Olken (MIT), Elan Satriawan (TNP2K), dan Sudarno Sumarto (TNP2K), dengan dukungan dari
Pemerintah Australia, USAID, serta the Bill & Melinda Gates Foundation. Temuan awal dari kajian
yang merupakan kerja sama resmi antara J-PAL SEA/LPEM FEB UI dan Manajemen Pelaksana
Program Kartu Prakerja (MPPKP) ini disampaikan melalui webinar pada Rabu (1/12).
Di awal paparan, Ekonom TNP2K Elan Satriawan menjelaskan, studi tersebut dilakukan melalui
penyebaran Survei Endline J-PAL secara daring dengan responden mencapai 47 ribu responden
pendaftar Kartu Prakerja (penerima maupun non penerima) dari Agustus-Oktober 2021. Selain
data Survei Endline, analisis evaluasi dampak juga menggunakan Data Survei Nasional seperti
SUSENAS September 2020 dan SAKERNAS Agustus 2020 yang digabungkan dengan data
administratif Manajemen Pelaksana, bekerja sama dengan BPS dan TNP2K.
"Berdasarkan data Survei Endline, secara rata-rata, pendaftar yang memenuhi syarat dan
menerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 4,7 poin persentase (pp) lebih tinggi untuk
memiliki pekerjaan atau memiliki usaha daripada pendaftar yang memenuhi syarat dan tidak
menerima program. Hasil ini menunjukkan peningkatan 8% dalam kebekerjaan," kata Rema
Hanna, Profesor Jeffrey Cheah of South-East Asia Studies, Harvard Kennedy School serta Direktur
Ilmiah J-PAL Asia Tenggara, yang juga menjadi penulis kajian penelitian ini.
Selain itu, pendaftar yang menerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 2,8 pp atau setara
peningkatan 12% untuk berusaha sendiri, meningkatkan probabilitas 0,9 pp memiliki usaha atau
peningkatan sebesar 30%, serta memiliki probabilitas 5,1 pp (18%) lebih tinggi untuk memulai
pekerjaan baru sejak pengumuman gelombang pertama.
"Secara rata-rata, program Kartu Prakerja meningkatkan pendapatan dari semua pekerjaan
sekitar Rp 122.500 per bulan. Hasil ini menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 10 persen
227

