Page 414 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 2 DESEMBER 2021
P. 414

Ringkasan

              Ketua Dewan Pengurus Daerah Serikat Pekerja Nasional (DPD SPN) Jawa Barat Dadan Sudiana
              mengaku  kecewa  dengan  keputusan  Gubernur  Ridwan  Kamil  menetapkan  besaran  upah
              minimum  kota  (  UMK  )  berdasarkan  PP  36  Tahun  2021.  Untuk  diketahui,  Ridwan  Kamil
              menetapkan besaran nilai UMK di Provinsi Jawa Barat melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat
              Nomor: 561/ Kep.732-Kesra/ 2021 Tanggal 30 November 2021 tentang UMK di Daerah Provinsi
              Jawa Barat 2022.



              TOLAK UMK 2022, BURUH BANDUNG BAKAL GUGAT RIDWAN KAMIL KE MA DAN
              PTUN

              Jakarta - Ketua Dewan Pengurus Daerah Serikat Pekerja Nasional (DPD SPN) Jawa Barat Dadan
              Sudiana mengaku kecewa dengan keputusan Gubernur Ridwan Kamil menetapkan besaran upah
              minimum kota ( UMK ) berdasarkan PP 36 Tahun 2021.

              Untuk diketahui, Ridwan Kamil menetapkan besaran nilai UMK di Provinsi Jawa Barat melalui
              Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/ Kep.732-Kesra/ 2021 Tanggal 30 November 2021
              tentang UMK di Daerah Provinsi Jawa Barat 2022.

              "Tentunya ini sangat mengecewakan dan SPN tentu akan melakukan perlawanan baik secara
              litigasi  maupun  nonlitigasi,  dari  mulai  menggugat  PP  36  ke  Mahkamah  Agung  (MA)  karena
              berkaitan  dengan  Putusan  Mahkamah  Konstitusional  (MK),"  ujar  Dadan  saat  dihubungi
              liputan6.com, Bandung, Rabu, 1 Desember 2021.

              Menurut Dadan gugatan serupa akan dilayangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)
              Bandung terkait SK UMK Gubernur.
              Untuk  mengawal  proses  hukum  yang  akan  ditempuh,  Dadan  mengaku  kelompoknya  akan
              kembali  turun  kejalan  menyuarakan  perlawanan  kepada  kebijakan  Gubernur  Ridwan  Kamil.
              "Tentunya  kita  menyayangkan  sikap  gubernur  yang  menetapkan  kenaikan  UMK  dengan
              formulasi PP 36 Tahun 2021," kata Dadan.

              Padahal sebut Dadan, rekomendasi dari beberapa bupati dan wali kota terdapat kenaikan upah
              diluar formulasi PP 36 tahun 2021 ini.

              Akibatnya, sebanyak 20 kabupaten di Jawa Barat tidak ada kenaikan UMK 2022. hanya dengan
              ketik kata kunci yang diinginkan.

              Sebelumnya, Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja mengatakan penetapan
              berdasarkan Undang-undang (UU) 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, UU No. 23 tahun
              2014  tentang  Pemerintah  Daerah,  UU  11  tahun  2020  tentang  Cipta  Kerja  dan  Peraturan
              Pemerintah RI No.36 tahun 2021.

              "Pengupahan serta beberapa surat Menteri Ketenagakerjaan RI, kemudian rekomendasi besaran
              penyesuaian nilai upah minimum kabupaten atau kota dari 27 bupati dan wali kota seluruh Jawa
              Barat,  juga  berita  acara  Dewan  Pengupahan,"  terang  Setiawan  dalam  siaran  pers  kemarin
              (Selasa, 30/11/2021).

              Setiawan mengklaim beberapa dasar hukum soal pengupahan itu menjadi dasar diterbitkannya
              keputusan gubernur.





                                                           413
   409   410   411   412   413   414   415   416   417   418   419