Page 117 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 117

bagi para buruh di perusahaan multinasional.

               KSPI menganggap buruh di perusahaan multinasional lebih rentan tertular virus
               korona karena sering berinteraksi dengan tenaga kerja asing (TKA) dari berbagai
               negara.

               Said menjelaskan, jika seorang buruh tertular oleh TKA maka potensi penyebaran
               virusnya akan semakin masif. Apalagi, jumlah karyawan di sejumlah pabrik seperti
               garmen, otomatif, dan tekstil bisa mencapai ratusan bahkan ribuan orang.

               "Kami minta pemerintah memperhatikan kami para buruh karena kami merasa
               teracam akan korona," ujarnya.

               KSPI menyarankan pemerintah untuk melakukan pemeriksaan berkala kepada TKA
               yang bekerja di pabrik multinasional, terutama setelah bepergian dari negara yang
               terkena wabah korona.

               Permintaan ini disampaikan karena KSPI curiga dengan kapasitas pemeriksaan
               kesehatan warga negara asing (WNA) yang dilakukan di berbagai bandara.
               Menurutnya, banyak TKA yang mengakui longgarnya pengawasan di bandara
               Indonesia dibandingkan dengan negara lain.

               "Ketika kami cek dan kami diskusi dengan tenaga kerja asing itu mereka juga aneh
               kok di bandara Indonesia longgar sekali, nggak ada pemeriksaan suhu, atau
               berbanjar dan berbasis diperiksa," paparnya.

               Said juga menyinggung terbatasnya fasilitas kesehatan di berbagai perusahaan.
               Keterbatasan ini membuat pekerja kurang merasa aman, apalagi saat virus korona
               sedang mewabah seperti sekarang.

               "Fasilitas kesehatan di tingkat perusahaan biasanya adalah klinik perusahaan yang
               punya keterbatasan karena dia sifatnya semacam P3K. Oleh karena itu, tidak
               memungkinkan untuk melakukan antisipasi atau deteksi dini terhadap virus korona
               di tingkat pabrik atau perusahaan," ujarnya.

               Terakhir, KSPI meminta serikat buruh dan pekerja untuk tidak panik dan tertekan
               dalam menghadapi wabah korona.

               Dugaan kurang optimalnya pengawasan terhadap penumpang dari luar negeri di
               bandara sebenarnya sudah ditanggapi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi,
               Senin (2/3/2020) lalu. Dalam tanggapannya, Budi menyebut pengetatan
               pengawasan sudah dilakukan jajarannya bahkan sebelum WHO menetapkan status
               darurat wabah korona.

               "Kemenhub telah melakukan koordinasi dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan)
               dan seluruh stakeholder terkait baik di bandara maupun pelabuhan untuk
               memperketat pengawasan masuknya penumpang internasional," ujar Budi dikutip



                                                      Page 116 of 126.
   112   113   114   115   116   117   118   119   120   121   122