Page 120 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 120
Title DITINDAS PERUSAHAAN, BURUH ES KRIM AICE MINTA PKB TANGGUNG JAWAB
Media Name suara.com
Pub. Date 05 Maret 2020
https://www.suara.com/news/2020/03/05/204417/ditindas-perusahaan-buruh -es-krim-
Page/URL
aice-minta-pkb-tanggung-jawab
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Ratusan buruh es krim Aice yang tergabung dalam Serikat Gerakan Buruh Bumi
Indonesia PT Alpen Food Industry (SGBBI PT AFI) berencana akan melakukan aksi
unjuk rasa di depan Kantor Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ). Mereka menuntut
tanggung jawab partai atas kinerja Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah .
Juru bicara Federasi Serikat Buruh Demokratik Kerakyatan (F-SEDAR) Sarinah yang
menaungi SGBBI PT AFI mengatakan tujuan mereka datang ke kantor PKB untuk
menuntut pertanggungjawaban partai atas kinerja menaker yang kebetulan selalu
dari PKB.
"Dalam waktu dekat ini kita berencana akan aksi lagi ke kantor pusat Aice, ke DPR
untuk menolak Omnibus Law dan juga aksi ke kantor Partai Kebangkitan Bangsa,"
kata Sarinah saat ditemui di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis
(5/3/2020).
"Kenapa ini penting, karena menterinya selalu dari PKB, sudah 20 tahun selalu dari
PKB, tapi kok kondisi buruh semakin buruk, artinya kita ingin menuntut tanggung
jawab partai dalam hal ini PKB yang mengusai dunia ketenagakerjaan," lanjutnya.
Sarinah menegaskan aksi mereka tidak ada hubungan dengan aksi politis sebab
mayoritas anggota F-SEDAR sudah menentukan sikap tidak berafiliasi terhadap
suatu partai atau tokoh tertentu di Pemilu.
"Posisi kita waktu pemilu itu kan kami 80 persen golput jadi saya pikir publik bisa
percaya bahwa memang kami memang tidak punya niatan politik menyerang suatu
kekuatan politik tertentu," tegasnya.
Diketahui, sejak 2005 kursi Menteri Ketenagakerjaan selalu dikuasai oleh PKB, mulai
dari Erman Soeparno (2005-2009), Muhaimin Iskandar (2009-2014), Hanif Dhakiri
(2014-2019), dan kini Ida Fauziyah.
Dalam kasus buruh es krim Aice ini, para buruh merasa ditindas melalui penurunan
upah, mutasi, demosi dan Sanksi yang tidak proporsional, sulit cuti, nasib buruh
outsourcing, hingga buruh hamil tak diperlakukan manusiawi.
Page 119 of 126.

