Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 122
Title RUU CIPTAKER HAPUS HAK DASAR PEKERJA, CUTI HAID POTONG GAJI
Media Name gatra.com
Pub. Date 05 Maret 2020
https://www.gatra.com/detail/news/471330/hukum/ruu-ciptaker-hapus-hak- dasar-
Page/URL
pekerja-cuti-haid-potong-gaji
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Jakarta, Sekretaris Jenderal Setikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk
Demokrasi (SINDIKASI), Ikhsan Raharjo mengatakan, RUU Cipta Kerja hilangkan
hak-hak dasar pekerja.
"Salah satu contoh, misalnya Pasal 27 ayat 2 RUU Cipta Kerja, ini akan menambah
durasi kerja jadi maksimal 12 jam dalam setiap harinya. Karena dalam pasal itu
menambah batasan lembur menjadi 4 jam," katanya di Jakarta, Kamis (5/3).
Selain itu, dalam Pasal 79 ayat 2 butir b, terjadi pengurangan jaminan istirahat
pekerja. Semula, negara menjamin adanya waktu istirahat selama dua hari dalam
satu pekan bagi pekerja. Nantinya, dalam RUU Cipta Kerja ini, waktu istirahat yang
diberikan hanya satu hari dalam satu pekan.
"Jadi ini ironis karena undang-undang tentang kerja pertama Republik pada tahun
1948, di situ secara jelas membatasi jam kerja pekerja yaitu tujuh jam sehari. Itu
tahun 1948, tiga tahun setelah Indonesia merdeka. Tapi yang terjadi hari ini kok
malah mundur terkait kondisi kerja ini," ucapnya.
Terlebih, RUU Cipta Kerja ini akan berdampak besar pada hak-hak dasar pekerja
wanita. Dalam Pasal 93 RUU Cipta Kerja, jaminan perlindungan cuti haid, melahirkan
dan keguguran, yang tercantum dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan, malah diubah.
"Di RUU Cipta Kerja, yang terjadi adalah tidak dibayarkan upahnya. Artinya bisa saja
pekerja perempuan yang mengambil cuti haid, melahirkan, keguguran, tidak diberi
upah karena konsekuensi dari RUU ini," jelasnya.
Ironisnya, para pekerja wanita saat ini sedang memperjuangkan penambahan waktu
cuti melahirkan. Alih-alih diakomodir, pemerintah malah menghilangkan hak cuti
bagi pekerja wanita lewat RUU Cipta Kerja.
"Apakah ini ongkos yang harus ditanggung oleh pekerja supaya ada jutaan lapangan
pekerjaan baru, pertumbuhan ekonomi, dan seterusnya? Akal sehat saya gak
nyampe, apa urusannya cuti haid pekerja perempuan dengan pertumbuhan ekonomi
kita? Apakah itu terlalu berlebihan untuk pekerja perempuan mengambil cuti haid
sampai harus dipotong gajinya? Kejam itu," tegasnya.
Page 121 of 126.

