Page 123 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 123

Title          31 PASAL DI RUU CIPTAKER DINILAI LANGGAR KONSTITUSI
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      05 Maret 2020
                              https://mediaindonesia.com/read/detail/294598-31-pasal-di-ruu-ciptaker -dinilai-langgar-
               Page/URL
                              konstitusi
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               KONSTITUSI dan Demokrasi (KODE) Inisiatif mencatat ada 31 pasal dalam
               Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang melanggar konstitusi atau
               inkonstitusional.

               Koordinator Bidang Konstitusi dan ekonomi KODE Inisiatif Rahmah Mutiara
               menyebutkan inkonstitusionalitas pasal dalaam RUU Cipatker itu terjadi karena tidak
               mengindahkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang berkaitan dengan substansi
               pasal tersebut.

               "Sebenarnya kan kalau sudah dibatalkan oleh MK secara keseluruhan, terus
               kemudian dimunculkan lagi, itu kan berarti dia sudah melanggar apa yang sudah
               diputus MK. Ini bertentangan dengan Undang-Undang Dasar (UUD). Itu dihidupkan
               kembali, untuk apa? Karena itu sudah jelas-jelas dia sudah dibatalkan oleh MK,"
               tandasnya kepada Media Indonesia, Kamis (5/3).

               Dari 31 pasal yang tidak memperhatikan putusan MK, Rahmah membaginya menjadi
               tiga polarisasi. Pertama, putusan MK tidak ditindaklanjuti di dalam RUU Ciptaker.
               Dengan kata lain, norma-norma yang telah dibatalkan atau ditafsirkan MK tidak
               diakomodasikan ke dalam RUU Cipta Kerja.

               "Kedua, tindak lanjut terhadap putusan MK bersifat parsial atau hanya sebagian
               yang diakomodasikan di dalam RUU Cipta Kerja," imbuhnya.

               Serikat Pekerja akan Tetap Berunjuk Rasa Soal Omnibus Law Ketiga, munculnya
               pasal zombie atau pasal-pasal yang telah dibatalkan oleh MK akibat bertentangan
               dengan UUD 1945. Namun, pasal-pasal tersebut dihidupkan kembali oleh
               pemerintah di dalam RUU Cipta Kerja.

               Menurut Rahmah ini jelas pelanggaran hukum. Karena MK memiliki kewenangan
               untuk menyatakan bahwa suatu Undang-undang bertentangan atau tidak dengan
               suatu putusan.

               "Iya walaupun putusannya ada di Undang-Undang lain (RUU Ciptaker). Karena kan
               putusan MK ini bersifat Argaomnes. Jadi apa yang sudah ditafsirkan oleh MK berlaku
               pada seluruh ketentuan yang ada," jelasnya.

               Ia mencontohkan di ranah UU Penanaman Modal, sebelumnya MK pernah



                                                      Page 122 of 126.
   118   119   120   121   122   123   124   125   126   127