Page 125 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MARET 2020
P. 125

Title          PEMERINTAH SUSUN 36 RPP PELAKSANA OMNIBUS LAW CIPTAKER
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      05 Maret 2020
                              https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200305184635-92-480899/pemerint ah-
               Page/URL
                              susun-36-rpp-pelaksana-omnibus-law-ciptaker
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Jakarta - Pemerintah sedang menyusun peraturan pelaksanaan omnibus law
               Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja (Ciptaker) dalam bentuk Rancangan
               Peraturan Pemerintah (RPP) dan Rancangan Peraturan Presiden (Rperpres).

               Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan ada 36
               RPP dan tujuh Rperpres yang sedang digodok oleh kementerian/lembaga (K/L). Hal
               itu dilakukan secara paralel dengan proses pembahasan draf omnibus law RUU Cipta
               Kerja antara pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

               "Drafnya sudah dibahas tapi tentu akan menyesuaikan dengan pasal-pasal yang
               disetujui oleh DPR," ucap Airlangga, Kamis (5/3).

               Menurut dia, proses penyusunan RPP dan Rperpres akan mengikuti dinamika yang
               terjadi di DPR. Dengan demikian, nantinya poin-poin dalam RPP dan Rperpres tak
               berbanding terbalik dengan isi RUU Ciptaker.

               "Kalau rancangan kan bisa tetap menyesuaikan pada apa yang diusulkan, tapi
               implementasinya tergantung persetujuan yang dicapai. Semua proses paralel," jelas
               Airlangga.

               Diketahui, pembahasan RUU Ciptaker antara pemerintah dengan DPR belum
               dimulai. Hal ini karena DPR sedang memasuki masa reses sejak 27 Februari 2020
               sampai 22 Maret 2020.

               Namun, draf RUU itu sendiri telah diserahkan pemerintah kepada DPR pada Rabu
               (12/2) lalu.

               Meski belum ada pembahasan antara pemerintah dengan DPR, tapi sudah
               mendapatkan kritik keras dari buruh, salah satunya Konfederasi Serikat Pekerja
               Indonesia (KSPI).

               Mereka menolak draf omnibus law RUU Cipta Kerja karena ada beberapa perubahan
               yang dianggap merugikan buruh. Salah satunya perhitungan upah minimum.

               Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan dalam draf RUU Ciptaker tak lagi diatur soal
               upah minimum kabupaten (UMK) dan upah minimum sektoral kabupaten/kota





                                                      Page 124 of 126.
   120   121   122   123   124   125   126   127