Page 27 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 FEBRUARI 2020
P. 27

Title          SIAP-SIAP, BURUH AKAN UNJUK RASA BESAR-BESARAN TOLAK RUU CIPTA KERJA
               Media Name     kontan.co.id
               Pub. Date      18 Februari 2020
                              https://nasional.kontan.co.id/news/siap-siap-buruh-akan-unjuk-rasa-bes ar-besaran-tolak-
               Page/URL
                              ruu-cipta-kerja
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative








               Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bakal menggelar aksi unjuk rasa
               besar-besaran demi menolak Omnibus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta
               Kerja. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut akan digelar
               pada saat DPR RI melangsungkan rapat paripurna.


               "Ketika Prolegnas sudah diterima, tapi dilanjutkan atau tidak pembahasan draf RUU,
               itu (dilakukan) di rapat paripurna DPR. Saat itulah aksi besar-besaran anggota KSPI
               di 24 provinsi akan terjadi," ujar Said dalam konferensi pers, Minggu (16/2/).

               Kerja Aksi unjuk rasa itu akan dipusatkan di depan Gedung DPR MPR Senayan.
               Bahkan, Said Iqbal berani menjamin bahwa buruh yang datang pada aksi unjuk rasa
               itu akan jauh lebih banyak dibandingkan dengan pada saat aksi unjuk rasa serupa,
               20 Januari 2020 lalu.

               "Serikat buruh lain pun akan bergabung, secara bergelombang datang ke gedung
               DPR dan menyeluruh di Indonesia akan ada aksi besar-besaran," kata dia. Meski
               demikian, Said Iqbal memastikan bahwa aksi unjuk rasa itu akan diselenggarakan
               secara tertib.

               Selain menggelar unjuk rasa, KSPI juga berencana mengajukan permohonan uji
               materi Omnibus Law Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan gugatan warga
               negara lantaran buruh merasa dirugikan dengan kebijakan pemerintah.

               KSPI sendiri menolak Omnibus Law Cipta Kerja karena dianggap tidak memiliki tiga
               prinsip yang diusung buruh. Ketiga hal itu adalah job security atau perlindungan
               kerja, income security atau perlindungan terhadap pendapatan, serta social security
               atau jaminan sosial terhadap pekerjaan.


               Setidaknya, ada sembilan alasan spesifik mengapa mereka menolak Omnibus Law
               Cipta Kerja. Kesembilan alasan itu, yakni hilangnya upah minimum, hilangnya
               pesangon, penggunaan outsourcing yang bebas di semua jenis pekerjaan dan tak
               berbatas waktu.

               Kemudian, jam kerja eksploratif, penggunaan karyawan kontrak yang tidak terbatas,
               penggunaan tenaga kerja asing (TKA) dan PHK yang dipermudah. Selain itu,
               hilangnya jaminan sosial bagi pekerja buruh khususnya kesehatan dan pensiun,
               serta sanksi pidana terhadap perusahaan yang dihilangkan. (Deti Mega
               Purnamasari)



                                                       Page 26 of 124.
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32